PT Timah Tbk Mampu Pasok 60.000 Ton Timah Dunia

Firman    •    Jumat, 26 Juli 2019 | 14:43 WIB
Lokal
ilustrasi.(net)
ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  --  Tingkat permintaan timah pada tahun 2019 akan tetap mengalami pertumbuhan meski ketidak pastian menerpa ekonomi gkobal sebagai imbas perang dagang antata Amerika Serikat dengan Cina.

Data dari US Geological Survey pada 2017 menyebutkan bahwa cadangan mineral timah Indonesia berada pada peringkat ke-2 jika dibandingkan dengan total cadangan dunia. Ini artinya, Indonesia berpotensi besar untuk mengisi pasar timah dunia. 

PT Timah Tbk adalah salah satu perusahaan yang melihat dan memanfaatkan peluang tersebut. Pada kuartal I-2019 perusahaan berkode emiten TINS ini berhasil melampaui target, baik dari sisi produksi maupun penjualan. 

Menurut Direktur Utama PT Timah Tbk M Riza Pahlevi Tabrani, sepanjang periode awal tahun 2019, pihaknya mampu meningkatkan produksi hingga kisaran diatas 20.000 ton bijih timah. 

’’Artinya, pada tahun 2019 ini, rata-rata produksi bijih timah TINS membaik dari tahun lalu  dengan pencapaian hingga 7.000 ton Sn /bulan,’’ kata Riza dalam konferensi persnya kepada wartawan di Pangkalpinang, Kamis (25/7/2019). 

Dari sisi penjualan, anggota Indeks Kompas 100 ini sukses meningkatkan volumenya sebesar  12.590 metrik ton atau rata-rata 4.200 metrik ton per bulan. Tak heran jika PT Timah Tbk optimistis dapat mencapai rencana pemenuhan pangsa pasar Indonesia dalam ekspor timah dunia sebesar 60.000 metrik ton, bahkan lebih besar dari itu.

Kendati fokus perusahaan untuk produksi dan penjualan semakin ditingkatkan, bukan berarti PT Timah Tbk melakukan aktifitas pertambangan secara masif tanpa disertai tanggung jawab. 

Sebaliknya, perusahaan pelat merah ini sangat memperhatikan masalah lingkungan dengan mengembangkan teknologi tambang ramah lingkungan, dan reklamasi lahan.

"Dalam melaksanakan bisnis pertambangan timah, perusahaan menyadari bahwa tuntutan dunia akan produk tambang yang mengedepankan sisi pembangunan berkelanjutan akan selalu menjadi hal penting untuk kami penuhi," ujar Riza. 

PT Timah tentunya akan terus berinovasi dan berkontribusi dengan positif antara lain dengan mengedepankan tata kelola penambangan yang baik dengan taat dengan regulasi, berorientasi lingkungan dan pasca tambang, juga pemberdayaan masyarakat dengan program operasi produksi berbasis kemitraan masyarakat.

Produsen timah mendesak pemerintah Indonesia untuk mengatur data pasokan cadangan timah sehingga industri dapat mengelola penawaran dan harga dengan lebih efektif.  Hal ini penting untuk meningkatkan intervensi yang besar dan bermanfaat bagi pasar timah. 

Pasar pun seharusnya memberikan apresiasi terhadap para produsen timah Indonesia  lantaran sudah menerapkan Good Mining Practise / taat kepada regulasi dan prinsip-prinsip pengelolaan usaha yang berkelanjutan (SDGs / UNGP’s).

Demikian disampaikan Sekertaris Jenderal Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) Jabin Sufianto. Menurut Jabin, Indonesia ingin ekspor dikelola dengan lebih baik. 

’’Jika ada kelebihan pasokan, lebih baik menyisihkannya sebagai status cadangan,’’ ujarnya. 

Saat ini pihaknya mengekspor 100 persen dari total keseluruhan produksi timah, sehingga pihaknya menerima harga spot bahkan dalam harga yang buruk sekalipun.

Dijelaskan, Indonesia telah mencoba berulang kali dalam beberapa tahun terakhir untuk membatasi produksi dan penjualan, serta membuat timah wajib diperdagangkan melalui bursa komoditas lokal sebelum pengiriman, dalam hal ini Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI). Selain itu, pemerintah Indonesia juga membuat regulasi bahwa ekspor harus diperiksa oleh surveyor yang ditunjuk untuk memeriksa kualitas dan asal bijih timah yang digunakan.(fn/wb)

 

Halaman