VIDEO : Penangkapan dan Pengakuan Tersangka Pencabulan Anak Dibawah Umur

Video detik-detik penangkapan pelaku asusila terhadap anak dibawah umur. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Tim Buru Sergap (Buser) dan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bangka dipimpin Kanit Buser Polres Bangka, Ipda Eka bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Air Gegas Bangka Selatan, berhasil meringkus RN (25) warga Desa Namang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah yang berdomisili di Desa Delas Bangka Selatan, pada Jumat (19/7/2019) malam di rumah salah seorang saudaranya.
 
RN diamankan petugas terkait laporan tindak asusila (pencabulan) terhadap sebut saja Bunga (16) warga Belinyu Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, di salah satu hotel di kawasan Kota Sungailiat pada Selasa (9/7/2019)  malam.

Akibat perlakuan RN, korban Bunga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapat perawatan dan menjalani operasi akibat pendarahan. Pihak keluarga langsung melaporkan kejadian yang menimpa Bunga ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) pada Minggu (12/7/2019).

"Betul tim Buser Polres Bangka dan Satreskrim Polsek Air Gegas meringkus tersangka pencabulan di Desa Dellas Kabupaten Bangka Selatan," kata Kapolres Bangka, AKBP M Budi Ariyanto SIK melalui Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ricky di Sungailiat, Kamis (25/7/2019).

"Tersangka diamankan di rumah keluarganya setelah SPK Polres Bangka menerima laporan dari keluarga Bunga," paparnya.

Sementara, RN ketika diperiksa mengaku berkenalan dengan Bunga melalui media sosial (Medsos) Tan-Tan satu bulan sebelum akhirnya melakukan pertemuan langsung sebanyak dua kali.

"Pertemuan pertama di Pangkalpinang, waktu itu korban bersama temannya bertemu di cafe," ujar RN.

"Lalu sekitar satu minggu kemudian kami janjian bertemu lagi, kali ini saya jemput korban di salah satu kos di Sungailiat, kemudian saya ajak ke hotel," sebutnya.

RN juga mengakui perbuatannya memaksa korban untuk melakukan hubungan badan, walau  ajakan tersebut ditolak korban.

"Saya yang ajak, tapi ditolak, lalu saya paksa saja hingga akhirnya pendarahan dan saya langsung tinggalkan saja," terang RN.

"Pas saya tinggal kata korban nanti dijemput temannya, tapi saya tidak tahu kalau korban dioperasi dan dirawat di rumah sakit," kilahnya.

Akibat perbuatannya, RN harus mendekam di penjara sesuai tuntutan Pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Persetubuhan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun hukuman penjara.

Reporter & Editor : Dwi HP



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL