Pemkab Beltim Kembali Sabet Penghargaan Pelayanan Publik

Jurnalis_Warga    •    Sabtu, 27 Juli 2019 | 10:55 WIB
Nasional
Bupati Beltim saat menerima penghargaan dari CEO Frontier Group, Handi Irawan D. (Fauzi Akbar/Diskominfo Beltim)
Bupati Beltim saat menerima penghargaan dari CEO Frontier Group, Handi Irawan D. (Fauzi Akbar/Diskominfo Beltim)

JAKARTA, www.wowbabel.com - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur kembali memperoleh penghargaan dalam bidang Pelayanan Publik. Kali ini melalui penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) dari lembaga independen Frontier Grup Indonesia dan Tempo Media Grup.  

Pemkab Beltim memperoleh predikat Gold IAA klasifikasi Kabupaten Kecil untuk kategori pelayanan publik. Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO Frontier Group, Handi Irawan D kepada Bupati Beltim, Yuslih Ihza di Ballroom Hotel Pullman M.H Thamrin, Jakarta, Selasa (23/7/19) Malam. 

Hadir dalam kegiatan ini Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo serta Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya.

Totalnya ada 48 Kabupaten, Kota dan Provinsi dari seluruh Indonesia yang masuk nomonasi. Sebelum diberikan penghargaan, daerah yang masuk melakukan presentasi. Presentasi bertujuan untuk meyakinkan dewan juri bahwa daerah tersebut layak menyandang predikat terbaik di masing-masing dimensi dan kategorinya.   

Penggagas kegiatan sekaligus juri, Handi Irawan D mengungkapkan indeks ajang penghargaan IAA digelar berbasis data sekunder dari berbagai lembaga kredibel serta data primer dengan riset yang melibatkan publik secara langsung untuk memperoleh gambaran nyata di semua tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi.

“Penilaian terakhir dilakukan dengan presentasi di hadapan tim juri yang melibatkan akademisi dari universitas dan LIPI, praktisi, pemerintah dan media yang telah dilaksanakan pada 24-28 Juni 2019 terhadap 56 daerah,” ungkap Handi.

Khusus untuk penilaian kategori Pelayanan Publik indeks penilaian yang dilakukan menggunakan pengumpulan data-data pelayanan publik secara daring, analisa layanan publik secara digital (analisa sosial media), serta data sekunder dari OMBUDSMAN RI. (Fauzi Akbar/db)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL