Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong, Cina Melayu Sama Saja

Hendri Dede    •    Sabtu, 27 Juli 2019 | 17:29 WIB
Lokal
Foto bersama usai Dialog Kebangsaan PMII Bangka bertema Menjaga Pancasila, Merawat Bhineka Tunggal Ika dan Merajut Keberagaman. (Dede/wowbabel)
Foto bersama usai Dialog Kebangsaan PMII Bangka bertema Menjaga Pancasila, Merawat Bhineka Tunggal Ika dan Merajut Keberagaman. (Dede/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bangka menggelar dialog kebangsaan dengan mengangkat tema Menjaga Pancasila, Merawat Bhineka Tunggal Ika dan Merajut Keberagaman, Sabtu (27/72019). Semboyan Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong yang dipopulerkan oleh Hudarni Rani mantan Gubernur Bangka Belitung (Babel) 2002-2007 yang juga sekarang terpilih sebagai Anggota DPD RI, diangkat dalam acara kali ini.

Narasumber dialog tersebut diisi oleh Bambang Pati Jaya selaku anggota DPR RI terpilih 2019-2024, Edy Iskandar alumni dan senior PMII, Andi Budi Prayatno Wakil Ketua GP Ansor Provinsi Babel dan juga Ketua PMII PC Bangka Masyadi.

Turut hadir Ketua GMKI Babel Gokas, Ketua Hima Budhi Babel Rama, Ketua MPTD Babel, Amsori serta Ketua Parindra Babel, Tabrozi.

Ketua Umum PMII, Masyadi mengatakan pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama agar tidak ada perpecahan yang bisa mengkotak-kotakan masyarakat di Bangka Belitung. Dalam kesempatan itu, Masyadi juga mengajak masyarakat Bangka Belitung untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama

"Dengan kegiatan ini kami mengajak untuk masyarakat Bangka Belitung bersatu sehingga kami mengangkat semboyan Tongong Ngin Fan Ngin Jit Jong yang artinya cina dan melayu sama saja," tukasnya.

"Tidak ada perbedaan antar umat beragama mari kita bersama- sama merawat kebhinekaan di Bangka Belitung dan mengkokohkan nilai- nilai toleransi Bangka Belitung agar tetap satu tidak ada perpecahan antar masyarakat Bangka Belitung," ujar Masyadi

Hal yang sama juga dikatakan Bambang Pati Jaya dalam menyikapi Semboyan Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong.

"Hal itu merupakan gagasan dari senior kita bapak Hudarni Rani menjadi menarik yang menginginkan kesatuan cina dan melayu sama saja seperti makna Serumpun Sebalai," tuturnya.

Dikatakannya, awal munculnya semboyan tersebut bermula pada pilkada Jakarta yang di populerkan mantan Gubernur Bangka Belitung Hudarni Rani. Hal tersebut merupakan kearifan lokal yang keberagaman dimana pasca politik identitas di Pilkada DKI.

"Sekarang ini media sosial sangat berpengaruh besar untuk berkembang keberagaman dalam bertoleransi. Dengan adanya proses rekonsiliasi para pemimpin kita ini maka akan menciptakan kedamaian di tengah-tengah masyarakat serta terjaganya keutuhan Pancasila," ujarnya

Selain itu, Edy Iskandar alumni dan senior PMII dalam kesempatan itu juga menyampaikan keyakinannya dan harapannya terhadap kader-kader PMII untuk kedepan.

"Saya yakin para kader PMII merupakan para calon pemimpin di masa depan sebagai generasi penerus bangsa. Perbedaan merupakan hal yang alami dan tidak perlu dijadikan pertentangan bagi kita. Bukan berarti dalam kemajemukan itu kita harus sama tetapi perbedaaan itu tidak menjadikan kita terpecah belah," ungkapnya.

Tak hanya itu, Wakil Ketua GP Ansor Babel, Andi Budi Prayatno juga menyampaikan makna dari tema kegiatan dialog kebangsaan tersebut.

"Tema dialog hari ini sangat bagus dimana merupakan semboyan kita dalam bertoleransi di Bangka Belitung. Sikap toleransi sangat penting bagi kita dimana menjadi penilai bagi kita sebagai umat beragama," imbuhnya.

Saat ini, kata dia, banyak yang lagi trand di medsos orang berpindah agama dimana saat ini beragama sebagai politik identitas keyakinan. Bahkan, sudah mulai terasa tentang isue politik beragama dimana adanya perbedaan indentitas di para penceramah dalam suasana politik.

"Apalagi sekarang ini ada salah satu sekolah mulai mendoktrin anak-anak di sekolah agar tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hormat bendera karena tidak ada dalil dalam Al-Quran yang menyebutkan kita wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya," pungkasnya. (Dede/wb)

Halaman