Ormas dan Pemuda Belitung Sesalkan Rekomendasi Bupati Untuk X-Bar

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 09 Agustus 2019 | 09:10 WIB
Lokal
Ketua KNPI Belitung, Muhammad Hafrian Fajar.(ist)
Ketua KNPI Belitung, Muhammad Hafrian Fajar.(ist)

TANJUNGPANDAN,www.wowbabel.com -- Organisasi pemuda dan masyarakat menyayangkan keputusan Bupati  Belitung Sahani Saleh yang memberikan rekomendasi peresmian tempat hiburan malam Extrame  Bar (X-Bar). Padahal keberadaan tempat hiburan malam ini ditolak oleh ormas dan tokoh agama di Belitung.

"Kami menolak  keberadaan X-Bar yang terkesan memaksa buka tempat hiburan malam . Ketika masyarakat menolak pemerintah malah meresmikan. Kita bukan anti terhadap investasi, tapi investasi seperti apa dulu. Sudah banyak tempat maksiat merusak moral rakyat Belitung, jangan ditambah lagi," kata  Sumantri Ketua DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Belitung  dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/8/2019).

Sumantri menjelaskam  lokasi berdirinya X-Bar dekat dengan masjid dan surau. Selain itu terdapat sarana pendidikan Madrasah Aliyah Negeri(MAN), taman kanak-kanak Aqila, "Apakah buta mereka yang memberi izin jika memang izin itu ada berada di tengah rumah ibadah dan sarana pendidikan," ujar Sumantri.

Apalagi kata, Sumantri , dirinya bersama BKPRMI tengah sibuk dan berusaha membenahi mental dan ahlak generasi muda, pemerintah mengizinkan bertambahnya tempat hiburan malam di Kabupaten Belitung.

Sedangkan  Zainuddin Ketua Anjelo Brodher Club menyesalkan kejadian pemberian bantuan terhadap anak yatim di lokasi X-Bar saat acara soft opening, Rabu (7/8/2019) malam.

"Pembagian santuan  pihak X-Bar kepada anak yatim dibangunan X-Bar, tadi malam seakan memperolok umat," ujar Zainuddin.

Sementara itu Hendra Pramono, tokoh pemuda tidak setuju dengan pembukaan tempat hiburan malam X-Bar.

"Saya tidak setuju dengan konsep tempat hiburan malam seperti diskotik, karena kuat dugaan dimana ada diskotik disitu ada peredaran barang terlarang,"  kata Hendra biasa disapa Een.

Penolakan juga disampaikan Ketua KNPI Belitung terpilih Muhammad Hafrian Fajar. X-Bar, kata Jarwo, biasa disapa,  sudah beberapa kali buka dan tutup karena masalah  perizinan dari pemerintah. Sejak rencana berdiri di Tanjungpandan menimbulkan penolakan di  masyarakat. 

"Seharusnya kalau ada masalah dengan X-Bar pemerintah harus bersikap tegas untuk memberikan sanksi. Ini malah pemerintah ikut-ikutan hadir diaudiensi yang di fasilitasi polres dan ikut hadir juga dalam soft openig X-Bar," kata  Jarwo.

Sebelumnya Bupati Belitung  Sahani Saleh telah memberi penjelasan terhadap rekomendasi untuk soft launching Extreme-Bar (X-Bar) yang beralamatkan di Jalan Patimura, Kelurahan Tanjung Pendam, Kabupaten Belitung.

Ia mengatakan, untuk soft launching tersebut hanya seremonial dan tidak ada maksud untuk memberikan izin operasional.

Untuk izin X-Bar tersebut, manajemen X-Bar, kata Sahani, tetap harus sesuai dengan prosedur yang ada di  Pemkab Belitung. Salah satunya harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat Belitung sebagai syarat utama.(ril/*/wb)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL