SK Gubernur Palsu, Puluhan Warga Babel Rugi Ratusan Juta

Endi    •    Selasa, 20 Agustus 2019 | 20:02 WIB
Lokal
Korban penipuan bermodus SK Gubernur Babel mendatangi Mapolsek Mendo Barat untuk membuat laporan. (dag/wowbabel)
Korban penipuan bermodus SK Gubernur Babel mendatangi Mapolsek Mendo Barat untuk membuat laporan. (dag/wowbabel)

MENDO BARAT, www.wowbabel.com - Sebanyak 27 orang warga Bangka Belitung (Babel) mendatangi Mapolsek Mendo Barat, kabupaten Bangka, Selasa (20/8/2019). Warga ini diduga menjadi korban penipuan dengan modus pengangkatan sebagai tenaga honorer di Pemprov Babel. 

Para korban mengaku menjadi korban penipuan, karena diminta untuk membayar uang demi mendapatkan SK pengangkatan dari Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.

Menurut keterangan korban, penipuan tersebut berawal dari tawaran salah seorang oknum ketua RT di Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, kabupaten Bangka, kepada warga yang membutuhkan pekerjaan, untuk menjadi tenaga honorer di Pemprov Babel.

Untuk menyakinkan para korban, oknum ketua RT itu, mengaku kenal dengan orang dekat gubernur yang bisa membantu mencarikan pekerjaan sebagai tenaga honorer di Pemprov Babel, bahkan oknum ketua RT tersebut juga mengaku sangat dekat dan bersahabat dengan gubernur.

Warga yang tertarik kemudian diminta membayar sejumlah uang dan menyiapkan berkas lamaran pekerjaan sebagaimana mestinya.

Kepada warga yang sudah menyetorkan uang sesuai kesepakatan, otak pelaku kejahatan yang kini sedang diburu polisi itu, memberikan SK pengangkatan yang ditandatangani gubernur, yang setelah dicek ke Biro Protokol dan Sekda Pemprov Babel dipastikan palsu.

Menyadari telah ditipu, korban beramai-ramai mendatangi Polsek Mendo Barat untuk melaporkan kasus penipuan ini.

"Saya sudah berikan uang Rp18 juta untuk anak saya, padahal uang itu dari pinjaman," kata ibu korban, Nirwana.

Menurutnya, janji pelaku cukup manis sehingga ia tergiur untuk menurutinya.

"Sebelumnya memang sudah sama keluarga lainnya, karena takut ditipu. Tapi kita sudah percaya 100 persen dengan si dul ini (terduga pelantara) di juha janji mau tanggungjawab," ungkapnya.

Yuli orang tua anak yang juga mengalami hal serupa, mengaku telah menyetorkan uang sebesar Rp6 juta.

"Saya keluarkan uang Rp6 juta, katanya anak saya mau dipekerjakan di KPU," ujar Yuli.

Menindak laporan ini, polisi kemudian bergerak cepat mengamankan oknum ketua RT yang diduga kuat sebagai perantara. 

Sementara otak pelaku yang sudah diketahui identitasnya, telah kabur dan belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.

"Kalau untuk mengembalikan uang saya tidak bisa, karena yang pertama saya tidak menggunakan uang itu, kedua saya tidak ada ke rumah-rumah warga untuk mengajak mereka, ketiga saya juga korban, keempat niat saya benar-benar mau nolong orang mau kerja," jelas terduga pelantara, Dul Hadi.

Pihak Polsek Mendok Barat menyarankan korban untuk melapor ke Polda Babel, mengingat lokus transaksi penyerahan uang berada dilintas wilayah kabupaten/kota dan warga yang menjadi korban juga merupakan warga dari beberapa kabupaten/kota yang berlainan.

Tidak menutup kemungkinan masih ada korban-korban lain yang belum melaporkan penipuan dan pencatutan nama Gubernur ini, mengingat otak utama pelaku cukup cerdik dengan memanfaatkan oknum perangkat RT setempat. (dag/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL