BBJ Diharapkan Mampu Wujudkan Kedaulatan Timah di Pasar Dunia

Endi    •    Selasa, 27 Agustus 2019 | 10:39 WIB
Lokal
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan.(dag/wb)
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan.(dag/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Keterpurukan Harga timah dunia yang menembus angka 15.887 US Dollar per metrik ton, bahkan pada 6 Agustus 2019 sempat mencatat titik terendah dalam duaý tahun terakhir yaitu 15.865 US Dollar untuk timah PB 300, menjadi PR tersendiri bagi PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), yang baru masuk bisnis perdagangan timah per 21 Agustus 2019.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menaruh harapan besar kepada BBGJ untuk dapat mewujudkan kedaulatan timah, di mana Indonesia sebagai produsen terbesar tidak mampu mempengaruhi harga dan cenderung didikte oleh bursa London Metal Exchange (LME).

"Selama ini kita bergantung dengan harga timah di LME, yang bukan lembaga penghasil timah, tapi JFX berada di negara penghasil timah, kita harapkan bisa menjadi panutan dan dasar yang bisa menentukan harga," kata Erzaldi, saat memberikan sambutan dalam Lounching dan Eskport perdana tima batangan oleh BBJ, Senin (26/8/2019).

Selain itu dengan sistem pergudangan di dalam negeri, dimana BBJ menggandeng BUMN PT BGR Persero, Gubernur juga meminta BBJ mampu menghadirkan pembeli timah ke Bangka Belitung dan tidak sekedar bertransaksi di luar negeri.

"Bagaimana dengan adanya semangat pergudangan yang dilakukan BGR, bayer betul-betul datang ke sini bukan menunggu di Singapura atau pun di London," tegasnya.

Menanggapi harapan gubernur tersebut, Dirut BBJ Stephanus Paulus Lumintang, menyebutkan komitmen dalam memperdagangkan setiap komoditas termasuk timah adalah mencermati peluang untuk mempengaruhi harga di pasar dunia, walaupun hal itu membutuhkan proses tidak mudah dan memakan waktu.

"Setiap komoditi yang diperdagangkan di kita, kita selalu berusaha untuk menjadi harga acuan, tapi peluang untuk mrningkatkan harga sebuah komoditi itu masih bergantung pada suplai dan demand di market," jelasnya.

Dengan pengalaman 20 tahun malang melintang di bisnis bursa komoditas, BBJ optimis mampu mewujudkan kedaulatan timah setidaknya untuk dipengaruhi harga pasar.

"Kita di sini bukan penentu harga, tapi sebagai acuan dengan parameter-paramater yang tentunya disesuaikan dengan harga market," tukasnya.(dag/wb)



MEDSOS WOWBABEL