KUA-PPAS Babel 2020, Belanja Lebih Besar dari Pendapatan

Firman    •    Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:25 WIB
Lokal
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plaform Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2020 di Gedung DPRD Bangka Belitung.(fn/wb)
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plaform Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2020 di Gedung DPRD Bangka Belitung.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman telah menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plaform Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2020. Dalam pidato penyampaiannya pekan lalu di DPRD Babel, dana perimbangan masih menjadi andalan penerimaan sebesar Rp 1,275 triliun.

"Untuk rancangan KUA PPAS tahun anggaran 2020 sudah disampaikan ke DPRD Babel, memang dana perimbangan masih mendominasi, sedang untuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) masih mengandalkan pajak daerah sebesar Rp 840 miliar lebih," kata Erzaldi ketika dihubungi usai peresmian pasar bursa timah batangan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) di Ketapang, Pangkalbalam, Senin (26/8/2019).

Dalam rancangan KUA-PPAS TA 2020,  kebijakan pendapatan daerah total sebesar Rp 2,332 triliun sedangkan belanja daerah sebesar Rp 2,531 terdapat defisit anggaran lebih dari Rp 169 miliar lebih.

Rincian pendapatan daerah dalam rancangan tersebut dipatok Rp 2,332 triliun, berasal dari dana perimbangan Rp 1,275 triliun bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 840,136 miliar, terjadi peningkatan Rp 50 miliar lebih dari PAD dalam APBD 2019 yang baru disetujui DPRD Babel.

"Kita akan memaksimalkan kegiatan berkaitan dengan kebijakan peningkatan penerimaan pajak daerah. Mudah-mudahan dapat meningkat lebih dari yang ada sekarang," tukas Erzaldi.

Berikut Kebijakan Belanja Daerah KUA PPAS Anggaran Babel 2020 :

1. Belanja Tidak Langsung Rp 1.278.542.467.949,64

2. Belanja Tidak Langsung Rp 1.252.620.313.127,74

*Kebijakan Pembiayaan Daerah Rp 197.860.350.440

*Penerimaan Pembiayaan Rp 238.860.350.440

*Pengeluaran Pembiayaan Rp 40.000.000.000.(fn/wb)

 



MEDSOS WOWBABEL