Putri Rudianto Tjen Ini Duduk di Kursi DPRD DKI

Abeng    •    Selasa, 27 Agustus 2019 | 17:29 WIB
Nasional
Stepahnie Octavia (tengah) berfoto bersama sang ayah Rudianto Tjen dan Me Hoa, anggota DPRD Bangka Tengah.(foto: me hoa/fb)
Stepahnie Octavia (tengah) berfoto bersama sang ayah Rudianto Tjen dan Me Hoa, anggota DPRD Bangka Tengah.(foto: me hoa/fb)

JAKARTA,www.wowbabel.com -- “Selamat dan Sukses atas pelantikan ..dr. Stephani ( Putri Ke 2 Bapak Ir. Rudianto Tjen ) sebagai Salah Satu Anggota DPRD Propinsi DKI Jakarta, semoga Amanah. Amin.”

Tulis Mehoa politisi perempuan PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Bangka Tengah di dinding Facebook.

Stephanie Octavia, satu dari 106 anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta yang dilantik di Gedung DPR DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Senin (26/8/2019). Dia adalah putri politisi PDI Perjuangan asal Bangka Belitung Ir Rudianto Tjen.

Stepahnie (29) adalah kader PDI Perjuangan berhasil lolos ke DPRD DKI Jakarta maju dari Dapil 10 Jakarta Barat B meraih 18.000 suara. Dia berhak mendapat 1 kursi dari 12 kursi DPRD DKI Dapil 10 Jakarta Barat B.

Stephanie sudah akrab dengan dunia politik sejak duduk di bangku SMU (sekolah menengah umum). Ketika itu, dia banyak mendampingi sang ayah yang merupakan Politisi PDI Perjuangan Rudianto Tjen berkampanye atau berkunjung ke Dapil Bangka Belitung (Babel).

“Setiap kali kunjungan ke Dapil, saya sering diajak. Sejak saya masih duduk di bangku SMU, saya melihat langsung bagaimana Papa saya temu berdialog, menampung aspirasi rakyat. Setelah saya lulus dari Fakultas Kedokteran, saya juga terjun langsung ke Dapil sebagai tenaga kesehatan,” kata Stephanie seperti dikutip dari gesturi.id .

Berprofesi sebagai dokter dan pernah terjun bersama sang ayah saat berkampanye adalah keseharian Stepahnie  saat bertemu masyarakat. 

“Papa saya politisi PDIP, tapi saya menjadi caleg murni karena panggilan politik. Tidak ada dinasti politik di balik motivasi saya untuk menjadi anggota DPRD DKI Jakarta,” kata Stephanie.

Setelah melihat langsung bagaimana kegiatan perpolitikan Ayahnya, Stephanie juga mengaku siap dengan konsekuensinya, termasuk kekerasan. Kesiapannya juga tidak ujug-ujug, karena selama Ko-as (kegiatan mahasiswa yang masih dalam tahap pendidikan dalam memenuhi kompetensi sebelum dinyatakan sebagai seorang dokter), ia sudah terjun langsung ke daerah terpencil. Ia sempat menjadi relawan tenaga media di berbagai daerah seperti Poso, Ternate, Maluku.

“Waktu Ko-as, saya ditempatkan di Desa Ketileng (Semarang, Jawa Tengah). Desa tersebut jauh dari keramaian. Perjalanan dari pusat kota sekitar satu jam. Tekanan dari masyarakat, termasuk dokter senior juga sudah bagian dari keseharian saya. Sehingga saya juga siap kalau kegiatan politik nanti bersinggungan dengan kekerasan,” tegas Stephanie.(*)

 

Nama : dr Stepahnie Octavia

Kelahiran Jakarta 29 Tahun lalu

Sekolah:

SD Penabur Jakarta lulus 2002

SMPK Penabur Jakarta 2005

SMAK IPEKA Tomang 2008

Fakultas Kedokteran Univ Tarumanegara Jakarta  2013.(*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL