Soal Kursi Cawabup Bangka Barat, PAN Tidak Akan Mundur

Chairul Aprizal    •    Rabu, 28 Agustus 2019 | 13:39 WIB
Pilkada
Tiga pimpinan partai politik, yakni Davitri (PAN), Arief Firmansyah (Hanura) dan H Badri Syamsu (PDIP) bertemu di Rumah Keboen Muntok membahas pencalonan kuris Bacawabup Bangka Barat.(rul/wb)
Tiga pimpinan partai politik, yakni Davitri (PAN), Arief Firmansyah (Hanura) dan H Badri Syamsu (PDIP) bertemu di Rumah Keboen Muntok membahas pencalonan kuris Bacawabup Bangka Barat.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com  -- Ketiga ketua partai politik pengusung P Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat bertemu membicarakan tentang Bacawabup Bangka Barat di Rumah Keboen Muntok, Bangka Barat, Selasa (27/08/2019) malam.

Ketiga partai pengusung tersebut Ketua PDIP Bangka Barat H Badri Syamsu, Ketua Hanura Bangka Barat Arief Ferdiansyah dan Ketua PAN Bangka Barat Davitri mengakui pertemuan ini sebagai silahturahmi dan langkah awal membicarakan siapa yang akan menduduki kursi Wakil Bupati Bangka Barat.

Disampaikan kepada wartawan bahwa masing-masing memiliki nama yang berbeda untuk diusung sebagai Cawabup Babar. Sementara itu diperlukan dua nama yang harus disampaikan ke Bupati Bangka Barat untuk disampaikan ke DPRD agar dapat dipilih.

Namun Davitri bersih keras mengklaim bahwa jatah Wakil Bupati adalah milik PAN dan meminta salah satu dari partai pengusung lain untuk mundur.

Davitri mengungkapkan pihaknya telah mengusung Ir Noviar Ishak, Partai Hanura Arief menyebut dirinya yang direkomendasikan oleh pimpinan pusat, sementara PDIP Badri mengakui sampai saat ini menunggu rekomendasi DPP antara Deddy Wijaya dan Elvi Diana.

"Saya katakan PAN memiliki hak, Markus awalnya dari Hanura dan sekarang sudah menjadi PDIP otomatis jangan lagi Wakil Bupati dari PDIP, kami intinya berapa kali pun pertemuan PAN tidak akan mundur satu langkah pun untuk ini. Jadi saya minta PDIP dan Hanura ada yang harus legowo salah satu mengalah kalau tidak, tidak akan selesai untuk mencari dua nama yang akan dipilih,” ungkap Davitri.

"Jangan sampai wabup ini kosong, pertemuan berikutnya kami sifatnya mengikuti tapi kami tidak akan berubah bahwa PAN akan tetap mengusung calon kami menunggu kebesaran hati dari Hanura dan PDIP. Kita bicarakan malam ini menyangkut Bangka Barat bukan ego partai, tapi artinya kita tetap kawan-kawan partai politik bekerjasama sehingga terjadi pemilihan. Pada dasarnya PAN malam hari ini tidak akan mundur selangkah pun calon yang kami usung tetap apapun yang terjadi dipaksa pun tetap. Kalau tidak ada titik temu artinya kita sama sama bertahan artinya yang dirugikan Bangka Barat," tutur Davitr.

Menjawab sikap PAN, Hanura Arief menyebut tetap akan ditentukan pertemuan berikutnya hingga ada yang melunak nantinya.

"Terlepas nanti siapa yang mengalah atau legowo dipertemuan selanjutnya lah, Hanura akan mempertimbangkan sikap politiknya PAN dan PDIP, PAN tadi kan tidak akan mundur, anggaplah nanti akan dipertimbangkan. Insya Allah Hanura pastikan dipertemuan berikutnya sudah ada dua nama keluar," ujar Arief yang juga Bacawabup Bangka Barat.

Begitu pula dengan Badri menanggapi bahwa dirinya menghormati PAN yang mengeras tidak akan mengalah.

"Itukan hak politik dari ketua dewan pimpinan cabang, PDIP itukan pemenang pemilu kita juga berharap kan PDIP perjuangan harus mengusulkan juga calonnya, nanti kita akan bicara inikan baru langkah awal yang jelas nanti kita akan pertemuan lebih lanjut berkoodinasi kedua partai" ujarnya.

Namun ketiganya sepakat bahwa kursi wakil bupati sangat penting untuk kepentingan masyarakat Bangka Barat dan berpendapat efektif pemilihan Wakil Bupati Bangka Barat dilaksanakan sesudah pelantikan DPRD terpilih 2019.(rul/wb)

 

Halaman