APBD Bangka Membengkak Jika Iuran BPJS Naik

Dwi H Putra    •    Kamis, 05 September 2019 | 12:49 WIB
Lokal
Kepala Dinas Kesehatan Bangka, Then Suyanti.(dwi/wb)
Kepala Dinas Kesehatan Bangka, Then Suyanti.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bangka bisa membengkak jika pemerintah merealisasikan kenaikan iuran BPJS.

Pasalnya, sebanyak 15.727 orang peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan kelas III yang dibiayai dari APBD Kabupaten Bangka, sebesar Rp 4,7 miliar anggaran dikucurkan untuk pembiayaan peserta BPJS tersebut.

"Kami mengharapkan tidak terjadi kenaikan iuran PBI untuk kelas III, karena akibatnya bisa membengkaknya anggaran Pemerintah untuk pembiayaan iuran BPJS Kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Bangka, Then Suyanti di Sungailiat, Kamis (5/9/2019).

"Karena rencana kami menargetkan Universal Health Coverage (UHC) semua dapat perlindungan kesehatan tahun depan, harus 99 persen terlindungi untuk kelas III dan kami harapkan tidak terjadi kenaikan iuran untuk kelas III ini," harapnya.

Pemerintah Kabupaten Bangka telah menanggung semua pembayaran Iuran PBI kelas III dengan biaya Rp 25.000 setiap orangnya, dimana 81,07 persen warga Kabupaten Bangka telah menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Then mengakui warga tersebut telah terdaftar sebagai peserta PBI, mereka yang menerima rekomendasi dari pihak desa, camat yang tidak mampu.

Ditambahkannya, pihak BPJS Kesehatan diharapkan tidak menaikan Iuran kelas III agar anggaran Pemkab Bangka tidak membengkak untuk membiayai peserta PBI.

Apalagi berdasarkan data sebanyak 15.727 peserta BPJS PBI yang ditanggung APBD



1   2