Kabupaten Bangka Bakal Jadi Pilot Project E-Arsip SKID

Dwi H Putra    •    Rabu, 11 September 2019 | 13:53 WIB
Lokal
Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyerahkan aplikasi arsip elektronik (E-Arsip) dan implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka yang diterima Bupati Bangka, Mulkan SH MH diharapkan semakin meningkatkan pengelolaan arsip di daerah ini.(dwi/wb)
Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyerahkan aplikasi arsip elektronik (E-Arsip) dan implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka yang diterima Bupati Bangka, Mulkan SH MH diharapkan semakin meningkatkan pengelolaan arsip di daerah ini.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyerahkan aplikasi arsip elektronik (E-Arsip) dan implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka yang diterima Bupati Bangka, Mulkan SH MH diharapkan semakin meningkatkan pengelolaan arsip di daerah ini.

"Arsip sangat penting yang harus diperhatikan sebab tanpa arsip tidak bisa memperlancar kegiatan yang ada di pemda termasuk Pemkab Bangka," kata Bupati Bangka, Mulkan SH MH di Sungailiat, Rabu (11/9/2019).

"Ketika ada kegiatan di dinas arsip ini lah dokumen-dokumennya, ini harus kita perhatikan jangan sampai dinas arsip ini hanya dinas tumpukan kertas," paparnya.

Mulkan menjelaskan organisasi perangkat daerah terkait arsip memiliki peranan dalam menjaga kerahasiaan dokumen pemerintahan, sehingga tidak boleh menganggap OPD kearsipan sebagaian OPD kurang baik atau penting.

Lanjutnya beberapa Undang-Undang (UU) mengatur tentang kearsipan antara lain UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Pokok-Pokok Kearsipan, UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

"Kedepan kearsipan ini lebih modern dengan penggunaan aplikasi, jadi kearsipan ini harus ditunjang dan anggarannya pun harus diperhatikan," tandas Mulkan.

Sementara, Kepala Sub Direktorat IIB Kantor Arsip Nasional RI, Gunawan, menjelaskan tahun 2019 ada 48 daerah di Indonesia bagian barat memperoleh E-arsip dan implementasi SIKD.

Di Babel targetnya seluruh daerah menerima E-Arsip dan implementasi SIKD baik tingkat provinsi maupun tujuh kabupaten/kota.

"Pada bulan ini juga selain di Bangka juga dilakukan penyerahan untuk Bangka Tengah yang kami bagi menjadi dua tim," kata Gunawan.

Dijelaskan Gunawan, bidang kearsipan membangun sistem arsip dengan arsip dinamis dan arsip statis, baik manual-konvensional maupun digital.

Penyelenggaraan kearsipan skala nasional terdapat sistem kearsipan nasional yang terkoneksi dalam satu jaringan, sehingga sistem informasi kearsipan nasional masuk ke dalam satu jaringan arsip nasional,” imbuhnya.

Menurutnya, pengelolaan arsip semakin hari mengalami kemajuan dari cara manual dan konvesional yang kian dikurangi dan ditinggalkan dan dalam perkembangan arsip penggunaan arsip manual membutuhkan kertas yang berdampak pada kerusakan lingkungan akibat penggunaan kertas dari pohon sehingga harus dikurangi.

"Ini tentunya berpengaruh dari sisi pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan ini, kami mengurangi sedikit demi sedikit penggunaan arsip konvensional yang harus menggunakan kertas dan menebang pohon," jelasnya.

"Selain itu era digital pengelolaan arsip bertujuan memenuhi kondisi era keterbukaan publik saat ini, agar arsip sebagiannya dapat diakses masyarakat dan Kabupaten Bangka diharap menjadi salah satu kabupaten pilot project di Babel dalam pengelolaan arsip," tukas Gunawan.(dwi/wb)

Halaman