BNNP Babel Musnahkan 13 Kg Sabu dan 5.000 Pil Ekstasi

Endi    •    Kamis, 12 September 2019 | 15:58 WIB
Lokal
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bangka Belitung (Babel), memusnahkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 13 kilogram dan 5.000 butir pil ektasi, di Kantor BNNP Babel, Kamis (12/9/2019).(dag/wb)
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bangka Belitung (Babel), memusnahkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 13 kilogram dan 5.000 butir pil ektasi, di Kantor BNNP Babel, Kamis (12/9/2019).(dag/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bangka Belitung (Babel), memusnahkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 13 kilogram dan 5.000 butir pil ektasi, di Kantor BNNP Babel, Kamis (12/9/2019).

Barang haram yang di musnahkan tersebut, merupakan hasil pengungkapan dari delapan orang terangka dalam periode dua bulan terakhir.

Kepala BNNP Provinsi Bangka Belitung (Babel) Brigadir Jendral (Brigjen) Nanang Hadiyanto menjelaskan, obat setan itu diantaranya diperolah pada Senin (8/7) lalu di Bandara depati Amir Pangkalpinang dengan berat 990 gram, dengan tersangka Erwin dan M Alfatah.

Empat hari setelahnya petugas gabungan kembali menangkap pelaku lainnya pada Kamis (11/7), di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Bangka Barat, dengan barang bukti 5 kg sabu-sabu dengan tersangka Watanabe dan Roni.

Selanjutnya pada tangkapan ketiga Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, pada sabtu (20/7) tersangka Muhammad Fauzi dan Kosuma Hadiaksana dengan barang bukti 3,9 kg sabu-sabu.

Tangkap keempat Kamis (1/8) dari tersangka Eka Mardianysah dan Raja Muhammad Habibi di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu, Kabupaten Bangka, dengan narkotika jenis sabu 3,6 kg, berserta ektasi merah muda 3.250 butir dan 1.750 butir warna hijau.

"Jadi kalau kita total untuk sabu-sabu kurang lebih 13 kg sedangkan ektasi 5.000 butir," kata Kepala BNNP Babel, Brigjen (Pol) Nanang Hadiyanto, Kamis (12/9/2019).

Ia mengatakan, pengungkapan kasus ini hal kerjasama BNNP Babel bersama Bea Cukai, Ditnarkoba Babel, Avsec Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan Pihak KSOP.

"Rata-rata barang dibawa dari Batam ada yang melalui jalur udara dan jalur laut melalui pelabuhan," terangnya.

Sebelum dimuskahkan dengan cara diblender, sabu-sabu ini dipastikan lebih dulu keasliannya menggunakan peralatan khusus.

"Semua sabu sudah kita cek bersama, kemudian pemusahaan kita lakukan dengan cara di blender dan di buang didalam septic tank," ujarnya.

Delapan tersangka ujarnya dikenakan pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI No.35 tentang Narkotika.

Sementara, Kepala Bea Cukai Kantor Pangkalpinang, Yetty menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BNNP untuk mengantisipasi masukan narkoba melalui jalur laut ke Babel.

"Kita selalu bersinergi dengan BNNP dan Polda untuk masalah narkoba ini agar dapat melindungi masyarakat," kata Yetty.

Ia menyebutkan untuk Babel sendiri daerah paling rawan masuknya narkoba melalui daerah perbatasan seperti Muntok Bangka Barat.

"Muntok, Bangka Barat ini wilayah lalulintas barang dan orang dari Sumatera jadi rawan untuk masuknya narkoba,"ujarnya.

Pemushaan sabu dan ektasi tersebut disaksikan langsung, Bea Cukai, Pengadilan Tinggi, Kejaksaan, Polda Babel dan Lapas Narkotika Selindung Pangkalpinang.(dag/wb)

Halaman