Tanpa Dokumen, 208 Batang Bibit Jeruk Dibakar Petugas Karantina

HendriDede    •    Kamis, 12 September 2019 | 16:29 WIB
Lokal
Pemusnahan barang bukti hasil sitaan oleh Balai Karantina Pangkalpinang. (Dede/wowbabel)
Pemusnahan barang bukti hasil sitaan oleh Balai Karantina Pangkalpinang. (Dede/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Sebanyak 208 batang bibit jeruk pembawa hama organisasi pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dimusnahkan dengan cara dibakar oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Kamis (12/9/2019).

Pada hari yang sama, Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang juga melakukan pemusnahan terhadap daging sapi beku sebanyak 62 kilogram.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Saifuddin Zuhri mengungkapkan, pemusnahan berupa bibit jeruk pembawa hama tumbuhan yang dimusnahkan hari ini adalah hasil tangkapan bulan Apri 2019 lalu.

Penahanan bibit jeruk berawal dari petugas karantina Wilker Pelabuhan Pangkal Balam yang melaksanakan patroli pengawasan di Pelabuhan Pangkal Balam dan menemukan aktivitas bongkar kapal KM. Mandala Putri  di dermaga Ketapang area pelabuhan Pangkal Balam. 

Petugas karantina menemukan buah jeruk dan bibit jeruk yang diturunkan oleh buruh angkut. Dari hasil pemeriksaan fisik dan dokumen, ditemukan berupa buah jeruk dilengkapi dengan sertifikat karantina.

"Sedangkan dengan bibit jeruk tidak dilengkapi dengan dokumen karantina dan tanpa disertai label biru dari Balai Sertifikasi Benih," ujar Saifuddin.

Untuk itu, kata Saifuddin, pihaknya melakukan penahanan terhadap 208 batang bibit jeruk tersebut, karena telah melanggar peraturan karantina tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

Tumbuhan karantina yang dibawa atau dikirim dari s



1   2