Minimalisir Hoax, Polres Bangka Intens Patroli Cyber

Dwi H Putra    •    Sabtu, 14 September 2019 | 20:54 WIB
Lokal
Wakapolres Bangka, Kompol S Sophian
Wakapolres Bangka, Kompol S Sophian

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Polres Bangka terus berupaya mengantisipasi penyalahgunaan dan penyebaran informasi yang tidak benar di media sosial (Medsos), maka dari itu jajaran Polres Bangka secara intens melakukan pemantauan penggunaan medsos di daerah ini.

"Pemantaun dan pengawasan penggunaan medsos tersebut dilakukan mulai dari tingkat Polda hingga Polres jajaran, guna meminimalisir penyebaran informasi tidak benar (Hoax)," kata Kapolres Bangka, AKBP Aris Sulistyono SH MH diwakili Wakapolres Bangka, Kompol S Sophian di Sungailiat, Sabtu (14/9/2019).

"Pemantauan dan pengawasan ini kami namakan patroli cyber, meminimalisir kemungkinan penyalahgunaan medsos dan penyebaran informasi tidak benar," ujarnya.

Dijelaskan Kompol S Sophian, jika dalam pengawasan dan pemantauan ditemukan kerawanan serta potensi konflik lainnya, pengguna medsos tersebut akan ditindak sesuai proses hukum yang berlaku.

"Kalau indikasi itu ditemukan, pihak Polda Babel beserta polres jajaran tidak segan-segan untuk menindaklanjuti dengan upaya upaya kepolisian, baik itu preentif, preventif hingga represif," jelas Sophian.

Diakuinya sejauh ini baik Polda Babel maupun Polres Bangka sempat menangani kasus penyalahgunaan penyebaran informasi tidak benar yang terjadi di daerah ini, hanya saja tindakan yang dilakukan sebatas preentif dan preventif.

Upaya preentif dan preventif yang dilakukan saat itu agar si pengguna medsos lebih bijak dalam menyebarkan informasi dimuka umum.

"Kalau ada penyebaran kami panggil mereka dan diberikan edukasi, agar tidak salah dalam bermedsos," paparnya.

Terkait tindakan hukum, Sophian menganggapnya belum perlu dilakukan mengingat tingkat kesalahan yang dilakukan masih dalam tahap kewajaran, hal ini disesuaikan dan dilihat dari situasi dan kondisinya. Akan tetapi jika sudah menimbulkan korban, pihaknya mengedepankan tindakan hukum kepada pengguna medsos tersebut.

"Kalau ada korban dan ada pihak pelapor, tindakan represif kami lakukan," terangnya.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat daerah ini untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial, bijak dalam menyampaikan informasi cari kebenarannya sehingga tidak hoax," tukas Sophian.(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL