Penguatan Kader Posyandu Entaskan Stunting

Dwi H Putra    •    Rabu, 18 September 2019 | 13:53 WIB
Lokal
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka bersama Kementerian Kesehatan menggelar pertemuan terkait pembahasan penguatan kader posyandu guna penghentasan stunting di Kabupaten Bangka.(dwi/wb)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka bersama Kementerian Kesehatan menggelar pertemuan terkait pembahasan penguatan kader posyandu guna penghentasan stunting di Kabupaten Bangka.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka bersama Kementerian Kesehatan menggelar pertemuan terkait pembahasan penguatan kader posyandu guna penghentasan stunting di Kabupaten Bangka.

Ditetapkannya Kabupaten Bangka sebagai salah satu lokus stunting pada tahun 2013 lalu, menjadikan Kabupaten Bangka terus berbenah dan serius dalam penyelesaian masalah stunting.

Dengan dilaksanakan kegiatan ini harapannya dapat memperkuat para kader posyandu di desa untuk mampu menagatasi faktor-faktor stunting sejak dini.

"Kami harus memaksimalkan segala lini sektor dalam pencegahan stunting, karena pengentasan stunting merupakan program nasional yang wajib didukung," kata Kepala Dinkes Bangka, Then Suyanti di Sungailiat, Rabu (18/9/2019).

"Setidaknya ada 10 desa yang menjadi perhatian lokus stunting, sebagian besar desa yang menjadi lokus stunting berada di Kecamatan Mendo Barat dan Bakam," ujarnya.

Dijelaskannya sehingga seluruh kader posyandu termasuk bidan dari 10 desa tersebut menjadi peserta dalam kegiatan orientasi, bahkan perangkat desa dan kepala puskesmas juga diundang guna mendukung kegiatan tersebut.

"Semoga dengan pemberian pemahaman dalam hal peran kader posyandu dan upaya pencegahan stunting di masyarakat mampu menekan angka stunting di Kabupaten Bangka kedepannya," harap Then Suyanti.

Ditambahkannya terkait pemberian materi dipaparkan tiga orang narasumber diantaranya Tenaga Promosi Kesehatan Dinkes Kab Bangka, Arlis Danita SKM M Biomed, kedua dari TP PKK Kabupaten Bangka Tri Diastuti Amd dan dari Dinsospemdes Kabupaten Bangka Zalfika Ammya Si Kom.

Sementara, Pendamping Stunting Indoenisa Bagian Barat, dr Diana Mayasari MKK, mengatakan selain upaya penindakan secara teknis, pendampingan juga dilakukan guna memberikan tindakan yang tepat dan terkontrol untuk penggentasan stunting, dalam hal ini dua orang dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung dipercayai sebagai tim pendamping untuk regional Indonesia Barat yang turut hadir dalam kegiatan.

65"Tugas kami dalam hal ini mendampingi dari kegiatan penekanan stunting, segala permasalahan ataupun upaya untuk penekanan stunting di wilayah barat Indonesia dapat dikonsultasikan kepada kami," kata Diana Mayasari.(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL