Gegara Larang Ambulan Bawa Jenazah, Kades Air Gantang Didemo Warga

Chairul Aprizal    •    Kamis, 19 September 2019 | 17:41 WIB
Lokal
ilustrasi.(net)
ilustrasi.(net)

MUNTOK,www.wowbabel.com – Ratusan warga Desa Air Gantang Kecamatan Parittiga  menduduki kantor kades setempat  dan meminta sang kades untuk turun dari jabatannya.

Aksi warga ini dilakukan selama dua hari berturut-turut yakni Selasa (17/9/2019) dan Rabu (18/9/2019) pagi.

Salah satu warga yang ikut aksi damai Saparudin yang akrab disapa Goy-goy mengatakan hal itu dilakukan lantaran Kepala Desa melarang ambulan digunakan untuk membawa jenazah.

"Jadi ku tanyak malam itu, ku kan pergi ke rumah almarhum itu jam-jam setengah sembilan kan jadi ku tingok kenapa ambulan Desa Kelabat yang bawa jenazah,”  kata Goy-goy ketika dikonfirmasi via telepon hari ini Kamis (19/09/2019).

"Katanya tidak dikasih pak kades, berarti tidak benar kerjaan ini. Jadi kami mau nyari kades malam itu mau tanya langsung, tidak tahu ternyata dia datang pas mau datang ku tanya, kata dia ini sudah prosedur Dinas Kesehatan," terangnya.

 

Goy-goy menceritakan kalau Kades Air Gantang menyebut mobil ambulan desa tidak boleh membawa jenazah karena takut terjangkit virus.

"Kata ku di tunu (bakar-red) saja pak ambulan kita, sudah seperti binatang saja. Kan tidak sesuai," tutur Goy.

Goy mengatakan tetap menghargai prosedur jika memang ada tapi dalam hal ini seharusnya lebih mengedepankan kemanusiaan.

"Warga Air Gantang semua aksi kemarin, sudah dua kali aksi rencana besok aksi lagi tapi tidak jadi kami tunda," tukas Goy.

Goy mengung



1   2