Video : Rapat Konsultasi Raperda RZWP3K di Kantor Gubernur Ricuh

Firman    •    Jumat, 20 September 2019 | 22:34 WIB
Video Kite
Video kericuhan di Kantor Gubernur Babel saat rapat konsultasi terkait draft Raperda RZWP3K. (Firman/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.comĀ  - Konsultasi Publik pembahasan draft Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang digelar di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur, Jumat (20/9/2019) sore, berlangsung tegang dan sempat memanas.

Hampir terjadi kericuhan antara pihak, di ruang di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur, beruntung berhasil diredam oleh Satpolpp dan sejumlah kepolisian dan akhirnya bisa berlangsung kondusif dan tenang.

Sejumlah pihak masing-masing perwakilan yang hadir diacara tersebut antara pihak perwakilan nelayan, LSM, perusahaan tambang dan perwakilan, mahasiswa saat menyampaikan pandapat.

Dari awal konsultasi, suasana sudah mulai memanas dengan banyaknya aksi pro dan kontra terkait pemetaan RZWP3K, hal itu terbukti dari banyaknya para peserta yang hadir menyatakan interupsi dan protes kepada pihak legislatif dan eksekutif.

Salah satu peserta yang hadir, dari perwakilan masyarakat nelayan dan LSM dari Bangka Selatan, Wiwid secara tegas meminta zona tambang dihapus dari daerah pesisir laut Bangka Selatan.

"Kami nilai zonasi ini cacat, kami dari Babel menentang keras RZWP3K, ini IUP semua enggak ada nelayan, jangan sampai penyusunan ini disusupi kepentingan mafia tambang, hal ini terkesan dipaksakan," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat dari Belitung Timur (Beltim) meminta agar zona tambang tidak dihapus di daerah itu Belitung Timur (Beltim).

Dirinya menilai, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) masih berharap dari sektor pertambangan.

"Jadi kami berharap agar zona tambang tidak dihapus di daerah Belitm, karena masih ada sumber pendapatan dana dari pertambangan yang masih bisa dimenpaatkan," terangnya.

Ia juga menilai, kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik, kalau kemudian zona tambang ini dihilangkan.

"Apa yang akan terjadi kemudian, barang kali masih ada mineral ikutan yang masih bisa dikerjakan," jelasnya.

Reporter : Firman
Editor : Muri S



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL