32 Regu Ikuti Kemah Hijau Sahabat Alam BFS

Dwi H Putra    •    Sabtu, 21 September 2019 | 15:03 WIB
Lokal
Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pemerintahan dan Kebudayaan menyematkan tanda peserta Kemah Hijau Sahabat Alam Bangka Flora Society.(dwi/wb)
Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pemerintahan dan Kebudayaan menyematkan tanda peserta Kemah Hijau Sahabat Alam Bangka Flora Society.(dwi/wb)

PUDING BESAR, www.wowbabel.com -- Sebanyak 32 regu dari 20 sekolah ikut berpartisipasi dalam kegiatan perkemahan Sahabat Alam Bangka Flora Society (BFS) yang diselenggarakan selama tiga hari terhitung mulai 20 - 22 September 2019 di Kawasan Wisata Biodiversity Sungai Upang Desa Tanah Bawah.

"Peserta kali ini juga sangat ramai mencapai 310 orang peserta dari 32 regu, ini juga sudah kami batasi sebelumnya mengingat kondisi lokasi saat ini masih belum memungkinkan setelah pasca kebakaran kemarin," kata Ketua Pelaksana Kegiatan Kemah Hijau Sahabat Alam BFS, Dian Rossana Anggraini di Puding Besar, Sabtu (21/9/2019).

Dijelaskan Dian, kawasan tepian Sungai Upang beberapa hari yang lalu terkena kebakaran, sehingga Pulau Anggrek yang menyimpan ratusan jenis anggrek juga habis dilahap jago merah tersebut

"Hal ini tentunya menjadi kabar buruk bagi pencinta alam, hampir seluruh tanaman di pulau terbakar semua, tetapi beberapa anggrek yang cukup langka dapat diselamatkan," jelas Dian.

"Hal ini tidak akan memyurutkan semangat kami untuk melestarikan lingkungan, tetapi menjadi cambuk bagi semuanya untuk terus memelihara lingkungan," ujarnya.

Ditambahkan Dian meskipun kondisi Pulau Anggrek pasca kebakaran tetap cantik untuk dilihat, kondisi tersebut juga akan menjadi contoh apabila tidak memelihara alam dengan baik bagi para peserta kemah.

Sementara, Wisata Biodiversity Sungai Upang Desa Tanah Bawah menjadi kebanggan bagi masyarakat Puding Besar, hal tersebut direspon positif dan didukung penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka dalam hal pengembangan kedepannya.

"Tempat wisata seperti ini cukup unik dibandingkan daerah lain yang menawarkan wisata pantai, selain itu potensi dari ikan endemik yaitu ikan tapah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berwisata," kata  Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Surtam A Amin.

Surtam menjelaskan untuk pengembangan dan pembangunan kedepannya dapat diajukan melalui pemerintah, tetapi tentunya melalui prosedur dan tata cara yang berlaku.

"Jika pengajuan dilaksanakan tahun ini mungkin realisasinya bisa dilaksanakan tahun 2021 mendatang, sehingga peran dari masyarakatlah yang dapat langsung dirasakan secara langsung dan cepat," paparnya.

Ditambahkannya kepada peserta Kemah Hijau Sahabat Alam BFS, dapat memahami dan mempelajari setiap hal yang disampaikan panitia atau narasumber, supaya dapat menerapkan hasil kemah di daerah masing-masing dalam melestarikan dan mencintai alam.

"Seperti pembangunan Pulau Anggrek sendri membutuhkan waktu bertahun-tahun, mulai dari mendatangkan anggrek dari luar daerah hingga upaya untuk menanam di lokasi menjadi langkah awal mula pembangunan Pulau Anggrek di tengah Sungai Upang, ini harus dicontoh peserta kemah mungkin bisa diterapkan didaerahnya," tukasnya.(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL