Erzaldi Prihatin Pengguna Narkoba di Babel Usia Muda

Abeng    •    Sabtu, 21 September 2019 | 15:45 WIB
Lokal
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  -- Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman prihatin dengan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) sudah merambah anak-anak di bawah umur. Terbukti dari banyaknya kasus narkoba yang diungkap jajaran kepolisian di daerah.

"Lapas narkoba banyak isinya anak-anak, kasus narkoba yang mencapai 200 persen. Apa kita menutup mata dengan masalah ini. Pencegahan hendaknya mulai dari anak-anak oleh kita semua, para orang tua dan pendidik mulai di PAUD, TK, hingga pendidikan atas," kata Erzaldi kepada 130 peserta Rakor dan Seminar Bunda dan Guru PAUD di Pangkalpinang, Jumat (20/9/2019).

Hanya karena kegagalan dalam mendidik anak-anak, kata Erzaldi anggran negara habis untuk mengatasi masalah generasi muda yang terjebak dalam masalah sosial seperti penyalahgunaan narkoba. 

"Masalah kurangnya pendidikan anak sejak dini, pada saat remaja terlibat  dalam masalah narkoba, maka kita di Babel ini tidak bisa berharap pada bonus demografi.  Justru bonus demografi akan jadi beban," tukas Erzaldi.

Pentingnya pendidikan anak usia dini di lembaga PAUD bahkan sejak usia kandungan, menurut Erzaldi agar anak-anak pada usia emas ini bisa dikelola dengan baik agar tidak menjadi anak-anak yang terlambat pertumbuhannya atau stunting.

"Anak-anak stunting generasi muda kita nantinya tumbuh tidak berkualitas. Masalah ini menjadi perhatian baik pemerintah pusat, provinsi, terlebih kabupaten atau kota di Babel," tukas Erzaldi.

Sebagaimana laporan  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP),  Bangka Belitung saat ini menempati urutan ke 28 se Indonesia terkait kasus penyalahgunaan narkotika. Dengan jumlah 1,4 juta  penduduk, hampir di seluruh  kabupaten sudah terkena narkoba. Pengungkapan kasus narkotika di Bangka Belitung dari barang bukti yang diamankan khusus sabu sudah mencapai 25 kilogram. 

Peringkat daerah di Babel dalam kasus narkoba yakni  Pangkalpinang , Bangka, dan Bangka Barat. Tahun 2015 di Bangka Barat ada 43 kasus narkoba, 2016 ada 17 kasus, 2017 ada  4 kasus  dan pada tahun 2018 ada 39 .Golongan usia pengguna narkotika se-Babel yang paling banyak ada di usia pemuda atau pelajar serta buruh harian.

Untuk pemakai yang sudah dideteksi maupun yang sudah direhab sejak 2017 kurang lebih 385 orang, 2018 ada 338 orang, dan 2019 hingga Juli ini ada 300 orang. Sementara untuk yang tidak terpantau bisa lima kali lipat dari yang direhab.(*)

 



MEDSOS WOWBABEL