Karhutla Akibatkan Pulau Anggrek Dilahap Jago Merah

Dwi H Putra    •    Sabtu, 21 September 2019 | 15:06 WIB
Lokal
Pengurus Bangka Flora Society ketika menanam anggrek dan kondisi Pulau Anggrek di Sungai Upang Tanah Bawah sebelum terbakar tampak asri dan hijau.(dwi/wb)
Pengurus Bangka Flora Society ketika menanam anggrek dan kondisi Pulau Anggrek di Sungai Upang Tanah Bawah sebelum terbakar tampak asri dan hijau.(dwi/wb)

PUDING BESAR, www.wowbabel.com -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Bangka beberapa waktu terakhir mengakibatkan Pulau Anggrek Objek Wisata Biodiversity Sungai Upang Desa Tanah Bawah turut dilahap jago merah.

Akibat karhutla itu, Pulau Anggrek yang memiliki ratusan jenis anggrek baik lokal maupun luar daerah hangus terbakar dan harus ditanam kembali.

"Kawasan tepian Sungai Upang beberapa hari yang lalu terkena kebakaran, sehingga Pulau Anggrek yang menyimpan ratusan jenis anggrek juga habis dilahap jago merah tersebut," kata Ketua Pelaksanan Kemah Hijau Sahabat Alam yang juga Sekretaris Bangka Flora Society, Dian Rossana Anggraini di Puding Besar, Sabtu (21/9/2019).

"Hal ini tentunya menjadi kabar buruk bagi pencinta alam, hampir seluruh tanaman di pulau terbakar semua, tetapi beberapa anggrek yang cukup langka dapat diselamatkan," ujarnya.

Menurutnya, hal ini tidak akan menyurutkan semangat Bangka Flora Society untuk melestarikan kembali lingkungan itu, tetapi menjadi cambuk bagi semuanya untuk terus memelihara lingkungan.

Ditambahkan Dian meskipun kondisi Pulau Anggrek pasca kebakaran ada yang rusak, tapi tetap cantik untuk dilihat kondisi tersebut juga akan menjadi contoh apabila tidak memelihara alam dengan baik bagi para peserta kemah.

"Pembangunan Pulau Anggrek sendiri membutuhkan waktu bertahun-tahun, mulai dari mendatangkan anggrek dari luar daerah, tapi kami



1   2