Ratusan Peserta dari 15 Komunitas Ikuti World Clean Up Day 2019

Dwi H Putra    •    Sabtu, 21 September 2019 | 21:12 WIB
Lokal
Kegiatan World Clean Up Day 2019 di Pantai Tanjung Pikat Sungailiat diikuti ratusan peserta dari 15 komunitas. (Dwi HP/wowbabel)
Kegiatan World Clean Up Day 2019 di Pantai Tanjung Pikat Sungailiat diikuti ratusan peserta dari 15 komunitas. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Ratusan peserta dari 15 komunitas mengikuti aksi World Clean Up Day 2019 di Pantai Teluk Pikat, Kelurahan Matras Sungailiat, World Clean Up Day adalah suatu pengerakan masif berskala international dalam mengurangi sampah plastik dan sejenisnya.

"Kegiatan ini dilakukan di 157 negara diantaranya Indonesia yang diikuti sebanyak 34 provinsi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka, Meina Lina di Sungailiat, Sabtu (21/9/2019). 

"Di Kabupaten Bangka diikuti sebanyak 426 peserta dari 15 komunitas yang terdiri dari kalangan pelajar SD sampai SLTA dan Kompi Senapan B," ujarnya.

Meina Lina menjelaskan pemerintah pusat telah mencanangkan untuk target pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah 70 persen di tahun 2025.

Menurutnya, Kabupaten Bangka ikut bagian dalam usaha pengurangan sampah yang sejalan dengan Gerakan Indonesia Bersih dan memenuhi program kedaerahan mengenai target pengurangan sampah. 

Word Clean Up Day juga merupakan salah satu contoh kerjasama antara pemerintah, pelaku dunia usaha, masyarakat serta para komunitas dalam memperhatikan lingkungan.

"Pemerintah Kabupaten Bangka turut mendukung target pengurangan sampah tersebut lewat pedoman penggelolaan sampah yang tertumpuk dari hulu ke hilir," jelas Meina Lina. 

"Kami mengimbau agar masyarakat Kabupaten Bangka dapat meningkatkan kesadarannya dalam usaha pengurangan sampah serta dapat membangun bersama akan pentingnya pedoman hidup bersih dan sehat melalui usaha pengelola sampah," paparnya. 

Sementara, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung, Eko Kurniawan, mengatakan dengan kegiatan ini masyarakat dapat semangkin sadar, bahwa plastik itu menjadi sampah jika tidak dikelola dengan baik maka akan dapat merusak lingkungan.

"Seperti mikro dari sampah plastik itu terkena cuaca panas dan dingin akan hancur, kalau sampah plastik itu dimakan oleh ikan-ikan, tentunya kita juga yang mengkonsumsi ikan akan terkena dampak daripada sampah plastik itu," kata Eko. 

"Dengan dihadirkanya para kalangan pelajar tentunya sangat baik sebagai pemahaman yang nantinya bisa dan dapat ditularkan kepada masyarakat lainnya," pungkasnya. (Dwi HP/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL