Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran dan Pemilik Lahan di Pangkalpinang

Endi    •    Minggu, 22 September 2019 | 19:03 WIB
Lokal
Pelaku dan pemilik lahan saat diamankan polisi. (Dag/wowbabel)
Pelaku dan pemilik lahan saat diamankan polisi. (Dag/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Jajaran Polsek Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, mengamankan dua orang pelaku pembakar lahan dan pemilik lahan di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dua orang pelaku tersebut masing-masing Arban (28) warga Desa Payung, Bangka Selatan dan Yopi (29) warga Kelurahan Semabung, Pangkalpinang.

Menurut Kapolsek Bukit Intan, AKP Adi Putra, kedua pelaku dengan sengaja melakukam pembakaran lahan kosong milik bos mereka Avi (60), di Jalan Zamrud III Rt 14 Rw 03 Kelurahan Semabung Lama, pada Sabtu (21/9/2019).

"Kita mendapat laporan dari warga melalui sahabat Intan call siaga Polsek Bukit Intan, bahwa terjadi kebakaran lahan di kawasatan Semabung," kata Adi Putra.

Pada saat kejadian, kedua pelaku sempat kewalahan memadamkan api karena api membesar sementara lahan berbatasan langsung dengan rumah warga.

"Pada saat melakukan pembakaran, api sempat membesar dan  ada  beberapa warga yang melihat dan menghampiri mereka untuk memdamkan  api sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba," jelas Kapolsek.

Menurutnya pelaku sudah melakukan pembakaran sebanyak empat kali di lokasi yang sama. Meski sempat diperingati warga sekitar, tetapi pemilik lahan tidak mendegarkan peringatan warga tersebut.

"Selain kedua pelaku kita juga mengamankan pemilik lahan. Mereka kita amankan di Mapolsek Bukit Intan guna tindakan lebih lanjut," katanya.

Dugaan sementara para pelaku berikut pemilik lahan telah melanggar Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) dan  Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan.

"Disimpulkan ancaman hukuman penjaranya maksimal 15 tahun atau denda Rp10 miliar. Namun dalam menangani perkara ini tetap kita mengedepankan kearifan lokal," tukasnya. (Dag/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL