Musim Kemarau Masih Akan Berlangsung Hingga Oktober

Endi    •    Senin, 23 September 2019 | 16:03 WIB
Lokal
Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Fuziah Riski.(dag/wb)
Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Fuziah Riski.(dag/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Pangkalpinang, menyebutkan hujan gerimis yang terjadi Senin (23/9) siang, merupakan hujan yang bersifat lokal.

"Kalau untuk cuaca hari ini dimana ada beberapa wilayah yang hujan, lebih disebabkan oleh lokal atau hujan yang terjadi dimusim kemarau yang sebabkan adanya faktor belokan angin yang menimbulkan awan hujan," kata Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Fuziah Riski, Senin (23/9/2019).

Dia menjelaskan musim kemarau masih akan berlangsung hingga satu bulan kedepan.

"Saat ini masih memasuki musim kemarau dengan prakiraannya sampai akhir Oktober hingga pertengahan November nanti," ujarnya.

Dipastikannya, jika hujan tersebut bukan merupakan awal musim penghujan. "Jadi hujan hari ini belum menandakan akan terjadinya musim hujan, karena hujan itu tidak merata di seluruh pulau," tambahnya.

Sejak musim kemarau melanda Bangka Belitung, lebih dari 1.000 titik panas terpantau diseluruh wilayah di Bangka Belitung dimana rata-rata 50 titik panas terpantau tiap harinya.

Hal ini menyebabkan 1.700 hektar hutan dan lahan di Babel terbakar dan berdampak pada kabut asap yang menyelimuti beberapa wilayah di Babel.

"Sejak bulan Juni hingga kemarin untuk wilayah Bangka dan Belitung, jumlah titik panas sudah mencapai 1.349," tukas Fauziah.(dag/wb)