Unjuk Rasa di Kantor DPRD, Mahasiswa Sebut Gubernur Ngerapik

Firman    •    Selasa, 24 September 2019 | 21:45 WIB
Lokal
Aksi damai mahasiswa UBB di halaman gedung DPRD Babel. (Firman/wowbabel)
Aksi damai mahasiswa UBB di halaman gedung DPRD Babel. (Firman/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Ratusan mahasiswa dari Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar aksi damai di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Babel, Selasa (24/9/2019) siang.

Dalam aksi damai tersebut, para mahasiswa menuntut legislatif dan eksekutif yang dinilai masih belum berpihak kepada masyarakat kecil khususnya para petani.

Saat ini petani dan masyarakat sangat menjerit dengan harga komoditi yang sangat murah, seperti harga lada, karet, sawit.

Salah satu mahasiswa dalam orasinya menyampaikan aspirasinya dihadapan Ketua DPRD sementara Didit Srigusjaya dan wakil gubernur Babel Abdul Fattah, serta anggota DPRD Babel Dapil Bangka Tengah Adet Mastur.

"Tahun lalu kami sudah pernah sampaikan hal ini, di depan kantor DPRD ini juga, dan hari ini kami kembali menuntut penjelasan dari legislatif dan eksekutif yang berjanji untuk mengatasi permasalahan harga komoditi pertanian di Bangka Belitung," kata salah satu kordinator lapangan (Korlap).

"Tapi mana buktinya sampai saat ini, harga komoditi andalan dari para petani masih anjlok, khususnya lada, karet, dan sawit, buktinya juga masih murah. Mana janji gubernur saat kampanye, yang menjanjikan akan naikan harga lada, dan satu kata untuk gubernur ngerapik," tambahnya.

Selain itu, setiap kali menggelar aksi damai, para mahasiswa mengaku kecewa karena tidak pernah bertemu dengan gubernur, dan tidak pernah tampil menemui pengunjuk rasa.

"Kita juga mau mengingatkan kepada para pejabat kita, kalau Bangka Belitung, saat ini ekonominya tidak baik-baik saja," terangnya.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Bangka Barat, milik PT. BRS yang mencapai 6.540 hektar agar segera dicabut izinnya dan dikembalikan kepada masyarakat.

"Tidak hanya itu, kita juga menuntut agar pemetaan tata ruang Rencana Zona Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil lebih berpihak kepada para masyarakat nelayan," tukasnya.

Dalam aksinya para mahasiswa membawakan beberapa spanduk yang bertuliskan, "turut berdukacita atas matinya kejayaan lada Babel". Mereka juga mengusung keranda mayat. (Firman/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL