Ini Penjelasan Pihak RSUD Depati Hamzah Soal Komplain Idil

Yayuk    •    Rabu, 25 September 2019 | 12:41 WIB
Lokal
RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.(net)
RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.(net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pihak RSUD Depati Hamzah memberikan tanggapannya terkait keluhan Idil (30) warga Pangkalpinang.

Baca JugaDipaksa Bayar PengobatanIdil Dipiting Satpam dan Dibawa ke Tempat Sepi

Idil merupakan peserta aktif BPJS dan dikenakan biaya saat mengobati luka kakinya, Senin (23/9/2019) malam.

Tak hanya itu, Idil juga mengaku mendapat perlakuan yang kurang mengenakan dari Satpam RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Depati Hamzah dr Thamrin mengatakan belum mengetahui secara detail mengenai peristiwa tersebut, namun sementara informasi yang didapatkannya bahwa adanya komplain dari pasien BPJS kesehatan terhadap pelayanan di RSUD pada Senin (23/9/2019) malam.

"Aku belum tau detailnya ya, pasien itu berobat katanya luka di kaki terkena (pisau) kater dan sebagai wiraswasta," kata Thamrin saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (24/9/2019).

Mengenai pasien tersebut adalah peserta BPJS, pihak RSUD lalu menghubungi manager rumah sakit bagian fasilitas untuk BPJS kesehatan.

"Dihubungi, mereka kan yang bertanggung jawab nih masalah pasien (BPJS), dikatakan dari pihak BPJS kesehatan yang membuat aturan kalau penerima upah atau pemberi upah mengalami luka akibat kelalaian sendiri itu tidak dicover oleh pihak BPJS kesehatan," jelas Thamrin.

"Terus, yang bertugas pendaftaran kami yang menjaga sudah menerangkan kepada keluarga pasien, tetapi dari pasiennya tidak menerima," imbuh Thamrin.

Namun, atas kejadian ini, Thamrin mengajak agar pihak keluarga pasien dapat menemui pihak management RSUD Depati Hamzah untuk menjelaskan perihal permasalahan tersebut.

"Besok kita kumpul sama-sama dengan mengament, kita rapat. Silakan sampaikan keluhan dari dua topik tadi katanya pengeroyokan (pengepungan), dan yang kedua terkait BPJS. Kalau pengeroyokan ya kita rapat sama-sama kalau perlu kita lihat cctv," katanya.

"Poin kedua masalah aturan BPJS kalau perlu kita panggil pihak BPJS kesehatan. Mungkin ini bisa jadi karena mis komunikasi ya," tukasnya.(hen/wb)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL