Kena Tombak, Pesut Pesisir Ditemukan Mati

Endi    •    Rabu, 25 September 2019 | 22:47 WIB
Lokal
Evakuasi Pesut pesisir di kawasan wisata Sungai Upang, Desa Tanah Bawah, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). (dag/wowbabel)
Evakuasi Pesut pesisir di kawasan wisata Sungai Upang, Desa Tanah Bawah, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). (dag/wowbabel)

PUDING BESAR, www.wowbabel.com - Kemunculan Lumba-lumba atau Pesut di kawasan wisata Sungai Upang, Desa Tanah Bawah, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sempat menghebohkan warga dan pencari ikan setempat.

Belum diketahui bagaimana pesut ini bisa masuk ke sungai. Namun menurut warga kemunculan mamalia laut jenis Pesut Pesisir (Irrawaddy Dolphin) di perairan ini, sudah sejak satu bulan terakhir.

"Setahu saya sudah sekitar sebulan ini, namun baru ini kemunculannya cukup sering, lumba-lumba ini sering dekat perahu kalau kita lagi mancing," kata Ardiansyah warga setempat, Rabu (25/9/2019).

Menurutnya, ada tiga Pesut yang pernah dilihatnya, namun dua dari tiga hewan laut itu ditemukan mati. 

"Yang pertama itu bulan Agustus kemarin ditemukan mati cuma agak kecil, nah yang satu ini ditemukan pada Senin sore, karena hari Minggu itu kita masih melihatnya," jelasnya.

Menggunakan perahu sampan, tim dari BKSDA, Yayasan Alobi, Botanical Group, Komunitas Flora dan Fauna Bangka dibantu warga setempat,  bersusah payah mengevakuasi bangkai Pesut berbobot 75 kilogram dengan panjang 2,18 meter itu, untuk kepentingan medis.

Usai dilakukan forensik oleh tim dokter hewan, dipastikan hewan langka yang paling dilindungi ini, mati karena terkena tombak.

Hal itu dipastikan, setelah temukannya lubang bekas benda runcing dengan kedalam 8 centimeter dibagian punggung Pesut.

"Saat kita temukan kondisi sudah membusuk, saat kita periksa secara fisik ada luka seperti tombak di atas punggung dan tembus sekitar 8 cm, selain itu ada beberapa luka yang bisa disebabkan banyak hal bisa terkena ranting ataupun gigitan hewan lain," terang Dokter Hewan, Drh. Yayan Muchlus Marchito.

"Kemungkinan tusukan ombak itu yang menyebabkan kematiannya, karena sudah sekitar tiga hari kematinnya, memang agak susah menemukan anatomi, cuma tadi kita temukan di bagian usus ada nekrosis hitam, apakah itu yang menyebabkan kematian kita juga masih meneliti," tambahnya.

Saat ini tim dokter hewan juga masih melalukan penelitian lanjutan guna mengetahui jenis mamalia tersebut.

"Untuk jenisnya sudah kita ambil sampel untuk nanti diperiksa genetik, identifikasi awal jenisnya Ireawaddy Dolphin ini merupakan spesialisasi laut," tandasnya.

Sebelumnya, warga pencari ikan juga merekam puluhan kawanan lumba-lumba, di dekat jalur masuk ke Sungai Upang.

Pihak terkait diharapkan, menindak tegas pelaku yang dengan sengaja membuhun hewan yang nyaris punah ini. (dag/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL