STISIPOL Pahlawan 12, Menuju Outing Class Percontohan

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 27 September 2019 | 13:48 WIB
Lokal
Bambang Ari Satria memimpin langsung Outing Class di DPRD Bangka. (ist)
Bambang Ari Satria memimpin langsung Outing Class di DPRD Bangka. (ist)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 Bangka, ternyata memiliki satu mata kulian unik, yakni "Unjuk Rasa" atau dalam dunia akademis disebut Outing Class.

Outing Class, sebenarnya adalah mata kuliah Pengantar Ilmu Politik kali yang bukan pertama dilakukan. Sebelumnya tahun 2018 kampus ini sudah pernah melakukan dengan obyek sama, DPRD Kabupaten Bangka.

Outing Class tahun 2019 dikemas lebih komprehensif dalam menuangkan materi yang dipelajari di kelas ke studi empiris, diantaranya demokrasi, partisipasi, konsensus dan manajemen konflik. Outing Class ini sejalan dengan konsep peningkatan mutu perguruan tinggi, yakni terintegrasinya tri dharma: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Outing Class kali ini mengangkat topik aksi damai dengan 4 tuntutan. Revisi UU KPK yang dinilai melemahkan, RUU KHUP dan RUU lainnya yang bermasalah, Karhutla dan Optimalisasi Kinerja DPRD 2019-2024 dlm Pembentukan Perda, Anggaran dan Pengawasan. Topik ini diangkat karena relevan dengan isu nasional terkini plus isu daerah yang kami anggap perlu untuk dikawal," ungkap salah satu dosen Stisipol Pahlawan 12, Bambang Ari Satria, Jmuat (27/9/2019).

Outing Class ini didesain dengan mengedepankan nilai-nilai akademik, kepatuhan terhadap aturan dan tentunya menjaga ketertiban.

"Pertama, yang kami lakukan adalah kirim surat pemberitahuan ke Polres Bangka terkait giat Outing Class yang dikemas dalam aksi damai. Isi surat pemberitahuan memuat jumlah yang ikut aksi, korlap, tuntutan aksi dan properti aksi. Surat pemberitahuan ini penting, tujuannya agar Polres dapat membaca berapa banyak yang aksi, tuntutannya apa dan bantuan fasilitasi ketemu sama siapa ketika aksi serta menyesuaikan dengan personil pengamanan di lapangan," beber Bambang Ari.

Di lapangan, Outing Class ini diikuti sebanyak 120 mahasiswa, dijaga 87 Aparat Kepolisian, 30 Personil Satpol PP, disambut sekitar 25 Anggota DPRD,  puluhan masyarakat yang menyaksikan serta belasan kawan-kawan media yang melakukan peliputan.

"Nilai-nilai akademik pun muncul, kami dipanggil Pak Kapolres hampir satu jam diruangannya sembari diskusi dan konsensus. Sebelumnya, koordinasi berjenjang kami lakukan bersama intel lapangan termasuk kasat intelnya, Pak David. Koordinasi ini penting agar Outing Class berjalan sesuai harapan tanpa disusupi penumpang gelap mengingat Bangka yang sangat kondusif. Pak Kapolres menghendaki, agar aksi ini ditukar dengan langsung dialog. Kami menjelaskan, ending aksi ini tetap dialog, namun ada proses awal yang dilakukan mahasiswa turun ke jalan karena ada nilai-nilai pengetahuan yang harus diketahui dan dipelajari mahasiswa dalam studi empirisnya sehingga tidak terpotong nilai pengetahuannya. Akhirnya muncul konsensus dan aksi dibatasi Pak Kapolres hanya sampai pukul 15.00 WIB," ungkapnya.

Sementara, Korlap terus berkomunikasi kepada pihak kampus untuk memulai perjalanan dari tugu STISIPOL P12 menuju Gedung DPRD. Komunikasi via whatsapp dilakukan dari ruangan Kapolres, tepatnya pukul 14.16 WIB.

Tiba di halaman kantor DPRD, pintu pagar langsung terbuka dan ratusan mahasiswa dengan ringan melangkah masuk ke dalam. Ini dikarenakan berkat komunikasi yang dilakukan Polres Bangka ke DPRD Bangka karena adanya surat pemberitahuan mahasiswa yang disampaikan sejak awal.

Orasi pun terjadi, kurang lebih sekitar 20 menit. Rombongan mahasiswa diterima langsung Wakil Ketua DPRD Sementara dan puluhan Anggota DPRD Lainnya. Tak lama, setelah terjadi konsensus di lapangan, ratusan mahasiswa dipersilahkan masuk ke ruang paripurna untuk berdialog, menyampaikan point tuntutan aksi dan tanda tangan pernyataan sikap.

Keluar ruangan pun secara tertib, mengucapkan terima kasih dan memungut sampah bekas air gelas yang diminum saat aksi di halaman DPRD. 

"Apresiasi kami sampaikan kepada Kapolres Bangka atas aparat yang sangat humanis ketika di lapangan, Anggota DPRD yang telah menerima Outing Class dan kawan-kawan media yang telah membantu dalam peliputan. Kisah ini bersambung dalam diskusi ilmiah ruangan kelas sambil menikmati presentasi paper mahasiswa hasil obervasi lapangannya, jumat siang ini: Aksi dalam Perspektif Akademik. PR nya, mengawal 4 tuntutan aksi sampai tuntas," tutup lulusan terbaik UNSRI Palembang ini. (*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE