PW AMM Babel Prihatin dengan Kondisi Kebangsaan

Hendri Dede PKP    •    Sabtu, 28 September 2019 | 22:32 WIB
Lokal
Konferensi pers PW AMM Babel. (Dede/wowbabel)
Konferensi pers PW AMM Babel. (Dede/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -  Pimpinan Wilayah Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar konferensi pers terkait Konsolidasi dan Perkembangan Kebangsaan, Sabtu (28/9/2019).

Kegiatan diikuti oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Babel, DPD IMM Babel, Pimpinan Wilayah IPM Babel dan Nasiyatul Aisyah Bangka.

Pernyataan sikap tersebut diambil dalam menyikapi berbagai permasalahan kebangsaan yang saat ini menjadi isu nasional dan menjadi pro kontra berbagai kalangan masyarakat terkait Rancangan KHUP yang saat ini menjadi isu di masyarakat, Rancangan UU KPK yang banyak menuai kontra di masyarakat, hingga penembakan peserta aksi kader IMM di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ketua PWPM Babel, Andika Saputra dalam sambutannya mengatakan keperihatinannya terhadap kondisi kebangsaan yang terjadi saat ini, terutama adanya korban dalam aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa dalam menolak Undang-Undang KPK dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di beberapa daerah, termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Kami sangat prihatin dengan kondisi kebangsaan saat ini, terutama peristiwa yang menimpah adik kandung kami yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kendari, Provinsi Sultra berapa hari yang lalu. Kami berharap tidak ada lagi tindakan seperti ini terjadi dikemudian harinya," tukas Andika.

Sementara itu, Ari Juliansyah selaku Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Babel menyampaikan ketidakpuasannya terhadap rotasi yang dilakukan oleh Kapolri terhadap Kapolda Sultra.

"Rotasi Kapolda Sultra sebenarnya kurang memuaskan bagi kita. Poin yang kita inginkan, namun belum diwujudkan ialah usut tuntas kasus penembakan IMMawan Randi. Ada tiga tuntutan utama kita, yakni copot Kapolda Sultra, usut tuntas kasus penembakan dan semua kekerasan yang pernah terjadi mewarnai aksi mahasiswa, serta berhentikan dan hukum pelaku penembakan seberat-beratnya," ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa akan melakukan aksi damai untuk menuntut terkait penembahan terhadap salah satu anggota IMM di Kendari Sultra beberapa waktu lalu. Selain itu, menurutnya akan dilakukan pula sholat ghaib bersama untuk IMMawan Randi dan beberapa korban gugur yang lain.

Adapun pernyataan sikap yang dilakukan Pimpinan Wilayah Angkatan Muda Muhammadiyah Babel sebagai berikut:

1. Mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas pelaku penembakan terhadap peserta Aksi Gerakan Mahasiswa dan menghentikan semua bentuk tindakan kekerasan.

2. Meminta Presiden Republik Indonesia mengeluarkan PERPPU terhadap UU KPK.

3. Mendesak POLRI untuk menghentikan tindakan refresif terhadap pengunjuk rasa yang cenderung berbentuk brutalitas.

4. Memandang bahwa dalam iklim demokrasi, penyampaian pendapat dan aspirasi harus dijamin kebebasannya oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

5. Tidak menutup kemungkinan jika ada aksi damai yang dilakukan baik dalam tingkatan wilayah manapun dalam tingkatan daerah masing-masing.

6. Mengajak semua elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga ketertiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Dede/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL