Ranto : Puan dan Me Hoa Pimpin DPR Hanya Temporer

Abeng    •    Rabu, 02 Oktober 2019 | 13:42 WIB
Pilkada
Puan Maharani (mengenakan bajur merah0.(ist)
Puan Maharani (mengenakan bajur merah0.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  -- Hasil Pemilu 2019 yang menempatkan politisi perempuan dalam jabatan politik di DPRD Kabuoaten/Kota di Provinsi Bangka Belitung menegaskan jika diskriminasi terhadap politisi perempuan makin berkurang. Agar politik diskriminasi ini tidak terjadi, sepatutnya diperkuat dalam Undang Undang Susunan dan Kedudukan DPR ( UU MD3).

"Jika dilihat dari perolehan suara politisi perempuan dari hasil Pemilu Legislatif 2019 yang lalu, pemilih di Bangka Belitung sudah tidak mendiskreditkan politisi perempuan. Artinya tidak ada diskriminasi pemilih laki-laki terhadap politisi perempuan," kata Ranto Dosen Ilmu Politik Universitan Bangka Belitung (UBB) saat memaparkan hasil penelitiannya bertema "Mengakselerasi Politik Perempuan di Parlemen: Dari Hulu Hingga Hilir" Pada Tahun 2019.

Beberapa temuan data dari penelitiannya, kata Ranto,  menunjukkan bahwa dukungan yang didapatkan oleh politisi perempuan sebagian besar dari pemilih berjenis kelamin laki-laki.

Beberapa kondisi yang telah disebutkan Ranto, menegaskan kabar baik bagi pegiat sosal politik yang fokus pada kajian perempuan dan politik yang ada selama ini. 

"Hanya saja, dari cerita-cerita keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan politik seperti yang telah disebutkan tadi, tidak diikuti oleh adanya kepastian hukum bagi politisi perempuan yang terpilih sebagai wujud konkrit  untuk menjamin afirmasi perempuan dalam komposisi pimpinan di lembaga legislatif," tuk



1   2