Bangka Jadi Model Penurunan dan Cegah Stunting

Dwi H Putra    •    Kamis, 03 Oktober 2019 | 22:09 WIB
Nasional
Bupati Bangka, Mulkan SH MH ketika menjadi narasumber di Jakarta. (Dwi HP/wowbabel)
Bupati Bangka, Mulkan SH MH ketika menjadi narasumber di Jakarta. (Dwi HP/wowbabel)

JAKARTA, www.wowbabel.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka menjadi model nasional dalam penurunan dan pencegahan stunting, setelah berhasil menurunkan angka penderita secara drastis dari 32,23 persen di tahun 2013 menjadi 8,9 persen di tahun 2019.

Atas keberhasilan tersebut, Bupati Bangka, Mulkan diminta menjadi narasumber sekaligus berbagi pengalaman dalam Rapat Kerja Teknis Nasional Penurunan den Pencegahan Stunting yang diselenggarakan, Rabu (2/10/2019) di Hotel Borobudur Jakarta. 

"Pemkab Bangka berkomitmen tahun 2023 di Kabupaten Bangka zero stunting dan pada era bonus demografi nantinya SDM generasi penerus di Kabupaten Bangka berkualitas dan berintegritas serta memiliki daya saing," kata Mulkan di Sungailiat, Kamis (4/10/2019). 

Dijelaskannya komitmen penurunan stunting merupakan turunan dari misi kedua RPJMD tahun 2019-2023 yang secara teknis dituangkan dalam Peraturan Bupati Bangka Nomor 38 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Stunting Kabupaten Bangka Tahun 2019-2023.

Penurunan dan pencegahan stunting dilakukan melalui konvergensi dari tujuh pengelolaan yaitu pengelolaan kelembagaan, pengelolaan advokasi, pengelolaan pernikahan, pengelolaan kehamilan, pengelolaan pengasuhan, pengelolaan sanitasi, dan pengelolaan inovasi dengan menerapkan pendekatan pembangunan partisipatif pentahelix yaitu pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa), pelaku usaha, masyarakat, perguruan tinggi, dan media massa.

"Pada rembuk stunting kabupaten inilah disusun rencana kegiatan penurunan dan pencegahan stunting secara terintegrasi dan menyeluruh bersama-sama dengan OPD terkait intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif stunting," jelas Mulkan. 

"Sampai bulan September 2019, Kabupaten Bangka telah melaksanakan tujuh aksi dan delapan aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting dan aksi ke delapan yaitu review kinerja stunting akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019," paparnya. 

Mulkan menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah daerah dalam penurunan dan pencegahan stunting, secara teknis berpulang kepada kemampuan OPD dalam bagaimana menyusun perencanaan, penganggaran, pelaksanaan serta melakukan pemantauan dan evaluasi  serta tindaklanjut yang harus dilakukan pada tahun berikutnya. 

"Sebagai kepala daerah, kami pastikan terus mendorong dan  mengingatkan OPD agar target indikator penurunan stunting dapat dicapai sesuai dengan diharapkan." pungkasnya. (Dwi HP/wb)



MEDSOS WOWBABEL