Kemenkes Fokus Penurunan Angka Bunuh Diri

Dwi H Putra    •    Kamis, 03 Oktober 2019 | 22:11 WIB
Lokal
Forkopimda ketika pembukaan Jambore Kesehatan Jiwa dan Pekan Olahraga Kesenian Rehabilitasi Mental ke-VII. (Dwi HP/wowbabel)
Forkopimda ketika pembukaan Jambore Kesehatan Jiwa dan Pekan Olahraga Kesenian Rehabilitasi Mental ke-VII. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Kementerian Kesehatan dalam kegiatan Pekan Olahraga Kesenian Rehabilitas Mental dan Jambore Kesehatan Jiwa ke-VII, mengimbau menjadi salah satu fokus dan momentum kepedulian atas kesehatan jiwa sebagai upaya menekan angka bunuh diri yang jumlahnya sampai kini masih tinggi.

"Selain itu pertolongan profesional menjadi penting dilakukan di tingkat nasional, daerah dan rumah sakit jiwa, mengingat angka bunuh diri di dunia yang meningkat sejak dasawarsa ini, sehingga salah satu fokus kami adalah penurunan angka bunuh diri," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Dr Anung Sugihanto M Kes di Sungailiat, Kamis (4/10/2019). 

Dijelaskannya di Indonesia pada tahun 2016 ada sebanyak lima orang bunuh diri setiap hari, sehingga hal ini upaya mendasar semua pihak untuk memberi pelayanan dan pemahaman, dalam mengenali sejak dini tentang kesehatan jiwa dan memberikan pengobatan maksimal agar upaya bunuh diri tidak terjadi di masyarakat.

Selain itu diperlukan memperkuat kerjasama institusi kesehatan yang bukan hanya pada layanan kesehatan jiwa saja, tetapi kesehatan umum dan memberi jejaring antara layanan kesehatan daerah satu dengan daerah lain.

"Kami mengajak semuanya untuk mengikuti kegiatan pekan olahraga dengan suka cita, kami mengajak semuanya untuk mengenang pejuang pembangunan kesehatan jiwa dan meneladaninya," pungkasnya.

Sementara, Bambang Eko SPKj, MA MS selaku Ketua Asosiasi Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Seluruh Indonesia, menyatakan acara Jambore dihadiri perwakilan dari rumah sakit jiwa dan rumah sakit ketergantungan obat.

"Utusan berasal dari 35 rumah sakit jiwa dan 1 rumah sakit ketergantungan obat, terdiri dari rumah sakit pemerintah dan swasta untuk Jambore dari 3-5 Oktober ini," jelas Bambang. 

"Selain jambore juga berlangsung Rapat Kerja Nasional Asosiasi Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat, kami mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Babel dan seluruh jajaran terkait di Babel dan Bupati Bangka dan jajarannya, sehingga bisa berlangsung kegiatan ini," paparnya. 

Ditambahkannya acara jambore juga sebagai rangkaian dari peringatan Hari Kesehatan Jiwa Dunia pada 10 Oktober, sesuai tema Hari Kesehatan Jiwa Dunia "Bekerja Bersama Mencegah Bunuh Diri" maka kampanye cegah bunuh diri terus digelorakan.

"Kami harap bapak gubernur dan bapak bupati dapat memperingati Hari Kesehatan Jiwa Dunia,"   pungkasnya. 

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, mengatakan Provinsi Babel merasa bangga atas kepercayaan kepada Provinsi Babel untuk menjadi tempat Jambore ini.

"Sebanyak 479 peserta yang akan mengikuti berbagai pertandingan dan kesenian sangat didukung oleh Provinsi Babel serta diingatkan untuk menikmati wisata keindahan alam dan kelezatan kuliner Babel," kata Erzaldi. 

"Kami sangat mendukung dan sesuai dengan alam yang indah dan makanan serba enak, kami sangat yakin dan percaya jiwa sekaligus raga para rehabilitan akan senang melihat pantai, mencicipi makanan yang mungkin tak pernah dicicipi sebelumnya," pungkasnya.

Pembukaan yang ditandai parade kontingen  tiap utusan, atraksi barongsai juga pengucapan janji atlet dan wasit. Tampak hadir Forkopimda Provinsi Babel dan Kabupaten Bangka, Bupati Bangka Mulkan serta kepala OPD. Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Babel Drg Mulyono, Kepala RSJ Babel dr Andre. (Dwi HP/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL