Tambang Ilegal Diduga Dibacking Oknum Aparat dan Wartawan

Dwi H Putra    •    Kamis, 03 Oktober 2019 | 22:07 WIB
Lokal
Sejumlah nelayan ketika mengadu ke Polsek Riau Silip terkait aktifitas tambang inkonvensional (TI) ilegal. (Dwi HP/wowbabel)
Sejumlah nelayan ketika mengadu ke Polsek Riau Silip terkait aktifitas tambang inkonvensional (TI) ilegal. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Pasca mendatangi tambang inkonvensional (TI) baik jenis rajuk maupun tower di ujung Pantai Matras Sungailiat, nelayan mengingatkan tambang yang merusak bakau supaya tidak lagi beroperasi.

Pasalnya, nelayan kembali mendapat informasi akurat adanya aktivitas TI ilegal yang merambah daerah aliran sungai hingga kawasan bakau.

"Kita minta tak hanya yang kita datangi di Pantai Matras saja stop, tdtapi untuk yang beroperasi di Sungailiat kami harap berhenti dan tak lagi merusak bakau," kata nelayan asal Dusun Bedukang, Desa Deniang, Juliadi, Kamis (2/10/2019). 

Nelayan melakukan penolakan tambang yang merambah laut, sungai dan bakau bersama rekannya Ngikiw ini sejak lama memang tak setuju adanya tambang di daerah itu.

Pihaknya memastikan akan kembali mendatangi tambang bila tidak mengindahkan imbauan untuk berhenti merusak bakau.

"Kami sudah cek ke lapangan dan mendapati tambang itu di sungai serta telah membuat rusak pohon bakau, kami datangi lagi bila tidak juga berhenti," jelas Juliadi. 

"Kami belum mau menyebutkan lokasi pastinya khawatir nanti bila dilakukan pengecekan oleh nelayan akan bocor, mengingat tambang tersebut diduga kuat dibackingi oknum aparat hingga oknum wartawan," paparnya. 

Ditambahkannya selama ini nelayan Air Hantu, Bedukang, Tuing dan sebagian nelayan Matras masih menolak keberadaan tambang di laut maupun pe



1   2