Me Hoa, Isteri Kades yang Memimpin DPRD Bangka Tengah

Abeng    •    Jumat, 04 Oktober 2019 | 13:37 WIB
Lokal
Me Hoa bersama dua pimpinan DPRD Bangka Tengah lainnya.(ist)
Me Hoa bersama dua pimpinan DPRD Bangka Tengah lainnya.(ist)

KOBA,www.wowbabel.com -- Mehoa politisi perempuan PDIP  mencatatkan diri sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan Ketua Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Tengah periode 2019-2024. Bahkan Me Hoa,   satu-satunya perempuan yang memimpin legislatif di Provinsi Bangka Belitung.

Kepercayaan rakyat dari daerah pemilihan Pangkalanbaru-Namang tak akan Me Hoa sia-siakan. Sudah dua periode jabatan wakil rakyat di DPRD Bangka Tengah Me Hoa jalankan.

"Awalnya sebelum penetapan SK agak mikir cara mendapatkan kepercayaan dan dukungan sebagai Ketua  DPRD. Saya mikir seperti apa selera dan irama para anggota, jika saya yang jadi ketua dalam memperjuangkan aspirasi rakyat," kata Me Hoa ketika ditemui sebelum paripurna pelantikan Pimpinan DPRD Bangka Tengah 2019-2024 di Koba, Jumat (4/10/2019) .

Pengurus DPD PDIP Babel dan mantan Sekretaris DPC PDIP Bangka Tengah ini memiliki karir pokitik yang panjang sehingga membuatnya percaya diri jika politisi perempuan yang masih minoritas mampu membawa DPRD sebagai lembaga penyuara aspirasi rakyat. 

"Setelah SK turun, dilantik dan perjalanan sampai pelantikan definitif, semua itu sudah terbantahkan. Saya merasa mampu karena pengalaman, menjalin pertemanan yang baik dengan semua anggota dan lebih penting amanah rakyat," tukas Mehoa yang juga tergabung dalam Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia Provinsi Bangka Belitung.

Dari pengalaman itulah jika isteri seorang kepala desa di Kecamatan Pangkalanbaru ini makin percaya diri. Apalagi dia melihat respon positif   dan harapan masyarakat  kepada dirinya saat memimpin DPRD.

"Saya semakin semangat mantap melangkah untuk melayani bukan dilayani. Profesionalitas selalu dijunjung tinggi, komunikasi yang baik saya terapkan," tukas Me Hoa menjelaskan kepemimpinannya di DPRD Bangka Tengah. 

 

Dia pun menyadari sebagai perempuan ada kelemahan dan kekurangan namun bukan jadi kendala dalam menakhodai DPRD.

"Sebagai mahluk Tuhan saya  tidak sempurna, intinya saya siap memimpin  DPRD Ini, dan ingin mencipkan citra kompak, harmonis, sehingga lembaga ini benar-benar sebagai rumah rakyat untuk menyampaikan aspirasinya," tutur politisi yang merangkak dari Bendahara PAC PDIP Kecamatan Pangkalanbaru ini.

Terpilihnya Me Hoa mendapat sorotan khusus dari Ranto Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Bangka Belitung (UBB). Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kata Ranto keterpilihan perempuan di legislatif masih rendah di bawah angka 30% sesuai dengan kuota yang disediakan.

Meskipun demikian, terpilihnya Me Hoa sebagai Ketua DPRD Bangka Tengah dan juga Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI masa bakti 2019-2024-, kata Ranto, menjadi kabar baik bagi perjalanan karir perempuan dalam ruang politik.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ranto dengan tema "Mengakselerasi Politik Perempuan di Parlemen: Dari Hulu Hingga Hilirasi" pada tahun 2019 memberikan catatan penting bahwa terpilihnya beberapa politisi perempuan yang tersebar di DPRD Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan warna baru dalam menjelaskan politik perempuan di Indonesia.

Tercatat nama Me Hoa, Vina Crystin Ferani (Vina), Feni Crista, Suyenti, Endang Kristiani,  Liana Tirta Anda Lusia , sejumlah nama  politisi perempuan dari kalangan etnis Tionghoa.

"Jika dilihat dari dukungan pemilih tradisional berbasis etnisitas merupakan kelompok yang minoritas di Bangka Belitung, beberapa fenomena yang menarik, bahwa kehadiran politisi perempuan dalam memperebutkan jabatan politik di Bangka Belitung cukup mengejutkan bagi politisi laki-laki," kata Ranto.

Bahkan perolehan suara politisi perempuan  seperti Mehoa dan Vina di Belitung melampaui perolehan suara politisi laki-laki berlatarbelakang etnis Melayu di daerah pemilihannya. 

"Jika dibandingkan dengan perolehan suara masing-masing politisi yang berhasil menduduki jabatan politik hasil Pemilu 2019 yang lalu di DPRD Kabupaten, Me Hoa mendapatkan dukungan publik paling banyak. Begitu juga dengan Vina  yang memperoleh suara tertinggi di seluruh Kabupaten Belitung dengan menggungguli politisi laki-laki," ujar Ranto. 

Belum lagi sejumlah nama yang bisa mengungguli perolehan suara politisi laki-laki di beberapa daerah pemilihannya seperti Suyenti dan politisi perempuan lainnya, menurut Ranto memberikan potret keberhasilan sejumlah politisi perempuan dalam memenangkan dukungan publik di Bangka Belitung seakan ingin menegaskan bahwa keberadaan perempuan dalam memasuki ruang-ruang politik sudah semakin siap dari waktu ke waktu.(wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL