Tak Setuju Guru Dimutasi, 80 Wali Murid Buat 'Petisi'

Kepala Dikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Bangka Barat Rukiman.(rul/wb)
Kepala Dikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Bangka Barat Rukiman.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Sejumlah wali murid di Desa Sinar Sari meminta Bupati Bangka Barat Markus mengembalikan dua orang guru yang sudah dipindahkan belum lama ini.

Pasalnya wali murid tak terima dan menganggap tindakan Bupati salah karena telah memutasikan guru terbaik yang dinilai berhasil mendidik dan tidak mempertimbangkan prestasi dan apresiasi wali murid.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya ini menyatakan telah membuat petisi sebanyak 80 orang wali murid untuk disampaikan ke Bupati Bangka Barat dan DPRD Kabupaten Bangka Barat.

Mereka menilai semenjak dua orang guru yakni Habson dan Yulita mengajar murid SD 19 Kelapa di Desa Sinar Sari Kecamatan Kelapa itu banyak meningkatkan prestasi anak-anak didiknya.

"Kami minta Pak Habson dan Ibu Yulita dikembalikan mengajar anak-anak kami di SD 19 Kelapa," ucap salah satu wali murid.

Orang tua murid ini mengatakan anaknya semenjak dididik oleh kedua guru tersebut membaik nilainya dan menjadi tidak bersemangat ketika guru dimutasikan.

"Anak-anak kami lah terlanjur dekat dengan kedua guru ini, kemarin pun anak-anak bertangis dan memeluk Pak Habson saat berkunjung ke SD, kami heran sekarang ini semangat anak-anak kami menurun, "terangnya.

"Dulu-dulu SD ini tidak pernah dapat prestasi, di tangan keduanya SD 19 Kelapa pada tahun 2017 lalu dapat prestasi. Kemudian, uang siswa itu manfaatnya untuk siswa itu sendiri" tambahnya.

Wali murid lainnya pun menyatakan hal yang sama untuk meminta Bupati Bangka Barat memulangkan kembali kedua guru tersebut.

"Sekitar setahun lebih lah guru itu di sini, kami lah seneng lah, itu dimutasikan kami tidak setujulah istilah mendidiknya bagus murid berprestasi. Minta dikembalikan lah. Kami la delapan puluh lebih mendatangani setuju (petisi-red)," ungkapnya ketika dihubungi, Sabtu (05/10/2019).

Sementara, ditemui di ruang kerjanya Kepala Dikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Bangka Barat Rukiman mengaku sudah mengetahui keinginan warga Desa Sinar Sari.

"Kami akan pelajari dan laporkan ke bupati. Kita tidak bisa serta merta karena sudah dilegalisasi, kita biasanya kan tidak harus diminta itu ada kepentingan dinas namanya penyegaran adanya kebutuhan," tutur Rukiman.

Rukiman mengaku tidak bisa mengambil keputusan lantaran wewenang dan keputusan ada pada Bupati Bangka Barat.

"Alasan-alasan lain saya pikirkan, ya kami dengarkan kami tampung kami pelajari kita hasilnya kami informasikan," tukas Rukiman.(rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL