Dua Pejabat Pemprov Babel Tersandung Hukum, Ini Kata Sahirman

Firman    •    Selasa, 08 Oktober 2019 | 18:53 WIB
Lokal
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bangka Belitung  Sahirman Jumli.(net)
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bangka Belitung Sahirman Jumli.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  -- Dua pejabat di Pemprov Bangka Belitung tersandung kasus hukum, mereka masing-masing Yamoa’a Harefa yang menjabat Kasatpol PP Bangka Belitung dan Suranto Wibowo mantan Kadis ESDM Bangka Belitung serta mantan staf Gubernur  Bangka Belitung Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Untuk Yamoa’a disangkakan melakukan penipuan berdasarkan laporan dari Manajemen Global Club. Sedangkan Suranto terjerat dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Belitung dan Belitung Timur.

Menanggapi permasalah hukum yang membelit kedua pejabat tersebut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bangka Belitung  Sahirman Jumli, mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak penegak hukum.

"Beliau, Pak Suranto sudah nonjob dari Jabatan, dan untuk status pegawainya sedang kita kaji dan menunggu hasil pemeriksaan akhir dari kejaksaaan," ungkap Sahirman, ketika dikonfirmasi, Selasa (8/10/2019) sore.

Sahirman menambahkan, untuk kasus yang dihadapi Yamoa’a pihaknya masih mempelajarinya dan berkoordinasi dengan pihak penegak hukum.

Sebelumnya Suranto diamankan oleh  Jajaran Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung (Babel) di sebuah rumah makan di kawasan Cisarua, Senin (7/10/2019) malam, dan langsung di terbangkan ke Provinsi Babel, Selasa (8/10/2019) pagi.

Mantan Kepada Dinas ESDM Pemrov Babel Suranto Wibowo, ditangkap lantaran terlibat kasus korupsi dalam proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) solar cell di Belitung dan Belitung Timur senilai Rp 2,9 miliar.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pemrov Bangka Belitung, Yamoa'a Harefa, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Dit Krimum Polda Babel, terkait kasus dugaan penipuan.

Yamoa'a  dilaporkan pihak Global Club ke Polda Babel, lantaran diduga tidak membayar makan minum senilai Rp 21 juta di club malam tersebut.(fn/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL