Buru Kapal Trawl, KKP Turunkan Elang Laut

Kru Kapal Elang Laut yang diterjunkan langsung untuk menelusuri perairan di Muntok Kabupaten Bangka Barat terkait dugaan laporan adanya Kapal Trawl yang meresahkan nelayan Muntok.(rul/wb)
Kru Kapal Elang Laut yang diterjunkan langsung untuk menelusuri perairan di Muntok Kabupaten Bangka Barat terkait dugaan laporan adanya Kapal Trawl yang meresahkan nelayan Muntok.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kapal Elang Laut 15 GT Kecepatan 35 knot akhirnya diterjunkan langsung untuk menelusuri perairan di Muntok Kabupaten Bangka Barat terkait dugaan laporan adanya Kapal Trawl yang meresahkan nelayan Muntok.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bangka Belitung menindaklanjuti laporan keresahan sekelompok nelayan dengan menerjunkan tim gabungan sebanyak 11 orang yang terdiri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, DKP Provinsi Bangka Belitung, Polsus (Polisi Khusus) Perikanan, pengawas perikanan, dan penyidik Perikanan.

Kapten Haris Tenker dari DKP Provinsi Babel selaku Nahkoda Pengawas Sumberdaya Perikanan dan Kelautan mengatakan tiga hari melakukan patroli laut di perairan Muntok masih nihil hasil operasinya.

"Kita akan patroli selama lima hari ini sudah hari ketiga. Tadi kita menyisir ada dugaan kapal Trawl ternyata setelah kita lihat lagi bukan kapal trawl tetapi kapal nelayan" ucap Haris saat sedang istirahat di Dermaga Unmet Muntok usai patroli, Rabu (09/10/2019)sore.

"Kemudian kita menyisir lagi melihat tempatnya markas trawl, kita melihat meninjau berputar berapa kali mengawasi saja karena kapal itu bergerak baru kita melihat aktivitasnya," terang kapten kapal.

Kapten Haris mengatakan akan terus mencari selama lima hari ini dari pagi hingga malam hari di seluruh wilayah perairan Bangka Barat sampai ketemu.

"Kita lihat dulu nanti kapal trawlnya besar atau kecil kalau dibawah 5 GT 6 GT termasuk kapal kecil, kalau diatas 10 GT berarti nelayan besar bisa kita laksanakan penangkapan," ujarnya.

Haris menuturkan kapal trawl yang nanti ditangkap akan diamankan dan disita tidak untuk ditenggelamkan kecuali kapal trawl asing.

"Kalau alat tangkap trawl itu ya kita tahu ada jaringnya ada papan persegi dibelakang kemudian ada dibelakangnya itu alat tariknya itu ciri-ciri kapal trawl" terang Kapten Haris.

Kapten Haris menambahkan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) Kapal Trawl ada yang dibawah 5 GT akan diberikan pembinaan dan jika diatas 10 GT akan ditangkap dan disita karena sudah masuk unsur kejahatan melakukan pengerusakan sumberdaya dan terumbu karang.

"Tapi sebelumnya akan kita lakukan sosialisasi dulu kita panggil nelayan yang pro dan kontra trawl untuk diberikan sosialisasi Setelah itu baru kita lakukan penindakan" tukasnya.

"Kita sampai lima hari nanti tergantung perintah atasan apakah akan terjun lagi, tapi sewaktu waktu suatu saat tanpa adanya laporan masyarakat seperti ini kita akan patroli diam-diam di wilayah Bangka Barat kalau seperti ini kan sudah tahu sudah ramai dulu," tukasnya.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL