Zakaria: Laporkan Jika Harga Gas Melon Diatas Rp 20 Ribu

Chairul Aprizal    •    Rabu, 09 Oktober 2019 | 13:31 WIB
Lokal
Kepala DKUP (Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian) Kabupaten Bangka Barat Muhammad Zakaria.(rul/wb)
Kepala DKUP (Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian) Kabupaten Bangka Barat Muhammad Zakaria.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kepala DKUP (Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian) Kabupaten Bangka Barat Muhammad Zakaria menyampaikan permasalahan langkahnya gas elpiji 3 kilogram di Bangka Barat adalah kewenangan pusat.

Namun dalam hal ini Zakaria menuturkan masyarakat bisa melaporkan ke pihaknya jika ada masalah terkait gas elpiji 3 kilogram atau yang lebih dikenal dengan gas melon.

"Itu kewenangannya kan sebenarnya kalau gak Elpiji ini adalah pemerintah pusat, tapi bisa, bisa melaporkan ke kita nanti kita teruskan ke provinsi," tutur Zakaria ketika diwawancarai di acara Pasar Murah Lapangan Voli Binajaya Muntok, Rabu (09/10/2019).

Menurut Zakaria memang banyak ditemukan di Bangka Barat peruntukan gas melon yang tidak tepat sasaran dan justru digunakan orang kaya.

"Itu memang subsidi itu digunakan kebanyakan oleh masyarakat yang mampu kemungkinan tabung gas elpiji tiga kilo untuk orang miskin itu dijual ke orang mampu, dan kami akan membahas harga eceran di Bangka Barat," janjinya.

Diakui Zakaria dalam penyaluran gas melon memang sudah jadi permasalahan.

"Gas elpiji tiga kilo ini untuk masyarakat miskin dan pedagang mikro, tapi apabila ada kedapatan pelanggaran kita berikan pembinaan dulu cuma kewenangannya di pemerintah pusat," Zakaria.

Zakaria mengatakan masyarakat bisa melaporkan jika ada penimbunan gas melon dari penyalur atau agen.

Saat ini kata Zakaria, harga gas melon sesuai HET Provinsi



1   2