Pengguna Kapal Trawl Diancam Denda Rp 2 Miliar

Chairul Aprizal    •    Kamis, 10 Oktober 2019 | 08:57 WIB
Lokal
Tim gabungan memasang spanduk imbauan agar nelayan di Muntok tidak menggunakan trawl.
Tim gabungan memasang spanduk imbauan agar nelayan di Muntok tidak menggunakan trawl.

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Tim Gabungan Kementerian Perikanan dan Kelautan serta DKP Provinsi Bangka Belitung tak segan-segan menghukum para oknum yang melakukan aktivitas tangkap menggunakan trawl di perairan Muntok Kabupaten Bangka Barat.

"Memang dilarang hal ini karena dianggap melanggar Undang-undang Perikanan Nomor 45 tahun 2009, dan Permen KP nomor 2 tahun 2019 tentang larangan penggunaan Trawl, serta Permen KP nomor 71 tahun 2016," jelas Kasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung Sandi Lasuardi, Rabu (09/10/2019).

Disampaikan Sandi jika tertangkap pelaku trawl di Muntok akan diancam hukuman kurungan 5 tahun penjara dan denda maksimal 2 miliar rupiah.

"Denda 5 tahun kurungan dan 2 miliar rupiah barang siapa yang memiliki dan menggunakan alat tangkap Trawl," tegas Sandi.

Terpisah, Pengawas Perikanan Provinsi Bangka Belitung Muhammad Sobirin mengatakan spanduk larangan ini sudah dipasang di SPDN nelayan Kampung Tanjung Muntok Kabupaten Bangka Barat.

"Kami sudah pasang spanduk larangan ini sekitar jam empat sudah koordinasi dengan Danpos AL dan Polair setempat untuk dipasang, ternyata sudah hilang berdasarkan informasi hanya bertahan tujuh jam saja spanduknya," ujar Sobirin.

"Saya sebagai pengawas, saya yang punya kewenangan memeriksa ikan-ikan tangkapan nelayan nanti terkait Trawl ini kita akan cari dan periksa" tuturnya.

Sobirin mengatakan spanduk tersebut sengaja dicabut oknum yang



1   2