Toko Bukan Pangkalan Dilarang Jualan Gas Melon

Chairul Aprizal    •    Kamis, 10 Oktober 2019 | 20:06 WIB
Ekonomi
ilustrasi
ilustrasi

MUNTOK, www.wowbabel.com - Ketua Tim Satgas Pangan Kabupaten Bangka Barat (Babar), AKP Rais Muin menegaskan bahwa Pangkalan Gas Elpiji tidak resmi dilarang menjual gas 3 kilogram (melon). Jika ditemukan ada gas melon yang dijual di toko-toko yang bukan pangkalan resmi akan ditindak tegas.

"Penetapan HET (Harga Eceran Tertinggi) itu berdasarkan keputusan gubernur, bukan keputusan pemerintah pusat," jelas Rais Muin, Kamis (10/10/2019).

Rais menyampaikan, tidak ada istilah pengecer karena gas melon hanya boleh dijual oleh pangkalan yang telah legal (resmi) dan dipasang plang.

"Polri maupun penyidik PPNS perdagangan bisa melakukan penyidikan apabila didapati penyalahgunaan," ucap Rais.

Rais menjelaskan, setiap pangkalan gas elpiji harus mencantumkan dan memajang HET di plang pangkalan.

 "Jadi, penjual akhir itu adalah pangkalan bukan pengecer. Makanya jika ada yang jualan diluar pangkalan sudah pasti itu penyalahgunaan," tandasnya.

Lanjutnya, pangkalan hanya boleh menjual untuk pengguna terakhir (warga masyarakat) bukan pengecer yang menjual kembali.

"Yang parah itu kalau mobil yang angkut sengaja antar ke tempat yang bukan pangkalan," tutupnya. (Rul/wb)