BPJS Tunggak Klaim, RSUD Babar Kewalahan Bayar Utang Obat

dr. Ratnosoppi, Plt Direktur RSUD Sejiran Setason. (Chairul/wowbabel)
dr. Ratnosoppi, Plt Direktur RSUD Sejiran Setason. (Chairul/wowbabel)

MUNTOK, www.wowbabel.com - Plt. Direktur RSUD Sejiran Setason Bangka Barat, dr.Ratnosoppi mengungkapkan kendala rumah  sakit saat ini adalah hutang dengan pihak ketiga terkait kerjasama obat yang harus segera dilunasi.

dr.Ratnosoppi mengatakan bahwa pihak ketiga terpaksa memutuskan penyaluran obat karena RSUD Sejiran Setason belum bisa memberikan kepastian kapan hutang tersebut akan dilunasi.

"Intinya yang pertama rumah sakit harus punya uang untuk bisa membayar hutang, kalau gak ada uang gak bisa membayar hutang, gimana caranya uang kita 90 persen berasal dari BPJS," ungkap dr.Ratnosoppi ketika ditemui di kantor manajemen RSUD Sejiran Setason, Kamis (10/10/2019).

dr.Ratnosoppi menyebut akar permasalahan adanya hutang piutang RSUD ke pihak ketiga yang tidak terbayarkan, akibat BPJS Kesehatan menunggak membayar klaimnya ke Rumah Sakit.

"Karena pasien kita kan pasien BPJS, nah kalau BPJS belum bisa membayar dalam waktu dekat atau dia akan membayar lama, ini saya sudah dapat kabar ini dari Kepala BPJS, katanya dok mohon maaf kayaknya hutang kita akan telat bayar," terang mantan Kepala Puskesmas Tempilang dan Simpang Teritip ini.

Ratnosoppi menjelaskan untuk mengantisipasi permasalahan BPJS Kesehatan yang sering menunggak pembayaran klaim, pemerintah bersama kementerian keuangan dan kementerian kesehatan serta BPJS Pusat sudah melakukan Suplay Chain Financing.

"Kita sebagai pihak ketiga BPJS melakukan peminjaman kepada bank yang dituju yang bekerjasama dengan BPJS," ujarnya.

"Setiap 14 hari BPJS telat bayar maka akan memberikan bunga denda kepada kita, sementara kalaupun nanti kita berpinjam ke bank itu kita kena bunga bank kan, tetapi mekanisme ini harus diatur kembali oleh peraturan kepala daerah," terang Ratno.

Ratno menuturkan klaim BPJS kesehatan yang sampai saat ini belum dibayarkan ke RSUD Sejiran Setason mulai bulan Juni hingga Oktober 2019.

"Rata-rata satu sampai 1,3 miliar BPJS yang berutang, seandainya bapak punya uang satu juta kira-kira beli rokok bayar bayarin kita mampu tidak kan gitu, intinya itu rumah sakit itu harus punya uang di kasnya, kalau gak ada punya uang gak bisa," tukasnya. (Rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL