Direktur Mundur, RSUD Babar Dipimpin Plt

dr. Ratnosoppi, Plt Direktur RSUD Sejiran Setason Bangka Barat. (Chairul/wowbabel)
dr. Ratnosoppi, Plt Direktur RSUD Sejiran Setason Bangka Barat. (Chairul/wowbabel)

MUNTOK, www.wowbabel.com - dr.Ratnosoppi akhirnya ditunjuk sebagai Plt. Direktur RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat menggantikan dr.Yudi Wijaya,SpBM yang mengundurkan diri setelah menyatakan tidak mampu mengemban jabatan pimpinan Rumah Sakit Umum di Bangka Barat itu.

Ketika ditemui di RSUD Sejiran Setason, Kamis kemarin (10/10/2019), dr.Ratnosoppi mengungkapkan dirinya ditunjuk tugas tambahan sebagai Plt. Direktur pertanggal 3 Oktober 2019.

"Jabatan saya sebelumnya sebagai Kepala Bidang pelayanan jadi saya merangkaplah, ya karena ini sebuah amanat dari pimpinan tertinggi yaitu Bupati, saya harus menjalankan," tukas dr.Ratnosoppi.

dr.Ratnosoppi menganggap merangkap jabatan tidak akan jadi masalah karena baginya tupoksi terbesar rumah sakit ada pada bidang pelayanan dan 100 persen kuratif (pengobatan).

"Kalau direktur lama (Yudi Wijaya-red) mundur itu hak beliau ya, itu kewenangan beliaulah dan hanya beliaulah yang tau alasannya," ujarnya.

Ratnosoppi menyebut RSUD baik-baik saja dan akan tetap menjalankan fungsi pelayanan terhadap masyarakat. Adapun kendala yang sebelumnya terjadi akan diselesaikan.

"Jadi direktur rumah sakit yang pertama, dasar memang di dalam undang-undang nomor 44 tentang Rumah sakit itu kan wajib tenaga medis dokter umum, Dokter gigi, dokter spesialis wajib iya," jelasnya.

"Yang kedua syaratnya dia harus mengerti manajemen rumah sakit, saya sudah menjadi kepala Puskesmas itu sembilan tahun sejak tahun 2007, tidak naik-naik jabatannya kepala Puskesmas terus," tambahnya.

dr.Ratnosoppi yakin dengan pengalamannya yang pernah menjadi Kepala Puskesmas Tempilang dan Simpang Teritip adalah sebuah bekal bahwa dirinya mampu memimpin RSUD Sejiran Setason saat ini dan menuntaskan masalahnya.

"Kemudian harus mengetahui aturan-aturan tentang kekhususan karena Rumah Sakit ini keuangan BLUD maka harus tau tentang BLUD, dia harus melakukan Diklat atau bimtek itu sudah saya lakukan kemarin di Yogyakarta selama lima hari sebagai dasar," ujarnya.

Ratno mengatakan dengan dasar itu sudah jelas dan yakin untuk bisa mengelola Rumah Sakit.

"Pandangan saya untuk kedepan kita harus membuka keran pelayanan yang dikunci oleh pihak ketiga, contohnya obat kita tidak bisa lagi berutang obat karena hutang lama belum dibayar itu harus saya buka," tuturnya. (Rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL