Molen Curhat Soal Curat Marut Tambang di Depan Petinggi BNPB

Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil alias Molen menjamu para peserta PRB di rumah dinasnya.(hen/wb)
Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil alias Molen menjamu para peserta PRB di rumah dinasnya.(hen/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil menyambut kedatangan para peserta pameran Pengurangan Risiko Bencana 2019, yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Alun-alun Taman Merdeka, Jumat (11/9/2019).

Pria akrab disapa dengan nama Molen ini bercerita tentang maraknya aktivitas tambang ilegal di Provinsi Bangka Belitung.

Molen mengatakan bahwa tambang-tambang ilegal yang ada di Provinsi Bangka Belitung ini sudah sangat memprihatikan. Sementara itu, Pangkalpinang bentuknya seperti kuali, menampung semua air yang ada di Bangka Belitung ini.

"Kami berupaya bagaimana menanggulangi banjir di kota Pangkalpinang ini supaya tidak terjadi kembali. Saya berharap, kedepan dukungan dari kawan-kawan semua di BNNP dan yang lainnya bisa membantu kami mengatasi banjir di Kota Pangkalpinang. Ini menjadi perhatian khusus kami di Kota Pangkalpinang," kata Molen, Kamis (10/10) malam.

Menanggapi hal itu, Deputi Sistem dan Strategi BNPB Pusat, Wisnu Wijaya, melihat bahwa apa yang terjadi di Pangkalpinang saat ini adalah masalah lingkungan.

"Tadi yang disampaikan Pak Walikota salah satu permasalahan utama didalam bencana itu adalah sebenarnya masalah lingkungan," tukasnya.

Keberadaan pihak BNPB di Provinsi Bangka Belitung, kata Wisnu, tujuannya adalah untuk berbagai pengalaman resiko pengurangan bencana dan juga terkait dengan penanggulangan bencana.

"Tujuan adalah supaya kita sebagai negara yang sangat besar untuk bisa saling berbagi pengalaman pengurangan resiko bencana dan juga pengetahuan terkait dengan penaggulangan bencana setiap setahun sekali sekaligus untuk memperingati hari pengurangan resiko bencana Internasional yang pada tanggal 13 Oktober," tukasnya.(hen/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL