Syamsul: Jangan Merasa Lemah Jika Ada Bahaya

HendriDede    •    Jumat, 11 Oktober 2019 | 14:04 WIB
Lokal
Pusdiklat BNPB menggelar Senior Management Traning (SMT) yang diikuti oleh 40 orang Kepala Pelaksana BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia di Sol Marina Hotel Bangka, Jumat (11/10).(hen/wb)
Pusdiklat BNPB menggelar Senior Management Traning (SMT) yang diikuti oleh 40 orang Kepala Pelaksana BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia di Sol Marina Hotel Bangka, Jumat (11/10).(hen/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pusdiklat BNPB menggelar Senior Management Traning (SMT) yang diikuti oleh 40 orang Kepala Pelaksana BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia di Sol Marina Hotel Bangka, Jumat (11/10).

Prof Dr Syamsul Maarif MSi menyampaikan materi managing crisis and disaster. Dalam hal ini, dirinya mengajak peserta untuk memiliki mental yang kuat dalam menangani bencana.

 "Jangan anda merasa lemah kalau ada bahaya atau krisis. Karena krisis dapat membedakan apakah kita bisa menjadi pemimpin atau pemimpin tanpa tindakan. Krisis memunculkan urgensi, persepsi ancaman disertai ketidakpastian yang tinggi. Krisis adalah produk yang dihasilkan oleh persepsi," tutur Syamsul.

Syamsul mengatakan seseorang harus dapat memberikan informasi yang bermakna bagi masyarakat, agar masyarakat semakin paham mengenai bencana.

Kata Syamsul, seperti memahami manajemen krisis, antara lain terhadap kepekaan karena ekskalatif, keputusan bukan koordinasi tetapi komando, informasi segera dan bermakna, hentikan stabilkan kembali, pembelajaran, kebijakan dan hukum.

"Sikap mental yang disarankan adalah melihat masa depan dari masa depan, good to great atau belajar dari musuh yang hebat dan sikap mental yang tangkas," kata Syamsul.

Dalam akhir seminar, Syamsul Maarif mengingatkan untuk selalu berkembang dan melihat bencana dari aspek perkembangan budaya dan masyarakat di masa depan yang



1   2