Batu Besi Damar, Babak Baru Penambangan Timah di Babel (1)

Abeng    •    Senin, 14 Oktober 2019 | 16:24 WIB
Opini
Kawasan Batu Besi Damar, kabupaten Belitung Timur. (na/wowbabel)
Kawasan Batu Besi Damar, kabupaten Belitung Timur. (na/wowbabel)

AWAL Maret 2018, menjadi catatan penting bagi dunia tambang timah di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Bisa jadi untuk Indonesia. PT Timah Tbk  meresmikan pilot proyek  penambangan yang baik  (good mining practice). Langkah yang wajib dipenuhi oleh perusahaan penambangan setelah berpuluh tahun bahkan ratusan tahun beroperasi, aktifitas penambangan timah di Babel hanya menyisakan kerusakan terhadap alam yang luar biasa.

Berdiri di lahan 604 hektare di wilayah Izin Usaha Penambangan (IUP) Desa Damar, Kecamatan Damar, Belitung Timur (Beltim), pilot proyek “Batu Besi” mulai diterapkan.

Kebijakan Good Mining Practice menekankan pada seluruh rangkaian proses yang harus dilalui dari awal hingga akhir dalam proses penambangan. Seluruh aktifitas penambangan hingga pasca tambang mengikuti standar, norma, serta peraturan yang berlaku secara baik dan benar untuk memperoleh tujuan pertambangan dengan efisien (Kurniawan, 2016), tujuannya adalah agar kegiatan penambangan yang dilakukan tidak merugikan alam dan masyarakat.

Yang selama ini terjadi, banyaknya eksplorasi tambang timah mengabaikan prinsip tersebut, sehingga menyebabkan kerusakan alam yang parah.

Sebagaimana  kawasan “Batu Besi”, sebelum dikelola langsung oleh PT Timah Tbk melalui Unit Penambangan Timah Primer (UPTP), lahan 604 hektar sebagian dikelola mit



1   2      3      4