Datangi Tambang Pasir, Satpol PP Ditunjukkan Surat Kadarluarsa

Dwi H Putra    •    Senin, 14 Oktober 2019 | 22:10 WIB
Lokal
Satpol PP Bangka ketika mendatangi tambang pasir di kawasan Jelitik. (Dwi HP/wowbabel)
Satpol PP Bangka ketika mendatangi tambang pasir di kawasan Jelitik. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka dipimpin Kabid Penegak Perundang-undangan mendatangi lokasi pertambangan pasir dikawasan Jelitik Kecamatan Sungailiat. 

Kedatangan Satpol PP guna melakukan penertiban terkait surat aktifitas pertambangan pasir, yakni pembayaran retribusi galian C namun penambang pasir memberikan surat retribusi lama yang sudah kadarluarsa kepada petugas Satpol PP.

"Silakan beraktifitas jika sudah membayar retribusi, tapi surat retribusi yang ada kadarluarsa tertera dari 31 Juni sampai 31 Juli 2019, maka kami stop terlebih dahulu," kata Kabid Penegak Perundang-undangan, Achmad Suherman seizin Kasat Pol PP Bangka, Daylan Amrie di Sungailiat, Senin (14/10/2019). 

Dijelaskannya, penambang pasir harus membayar retribusi ke kantor BP2RD Bangka berikut dengan penunggakkanya. 

Lanjut Achmad Suherman, pembayaran retribusi itu perlu karena itu masuk PAD, walau pun pasir ini untuk pembangunan yang digunakan masyarakat.

"Pembayaran retribusi ini untuk kebijaksanaan para penambang pasir yang diharuskan membayar retribusi, retribusi itu ada hitung-hitunganya di kantor BP2RD sesuai hasil pendapatan," jelas Suherman. 

Ditambahkan Suherman dari penertiban yang dilakukan penambang pasir telah sepakat akan membayar dan memperpanjang retribusi. 

"Kalau penambang tersebut tidak juga mau membayar retribusi, maka



1   2