Mendra Minta Nelayan Tidak Anarkis

Dwi H Putra    •    Rabu, 16 Oktober 2019 | 23:02 WIB
Lokal
Wakil Ketua DPRD Bangka, Mendra Kurniawan.(dwi/wb)
Wakil Ketua DPRD Bangka, Mendra Kurniawan.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka mèminta PT Timah Tbk bersikap bijak terkait upaya pengoperasian Kapal Isap Produksi (KIP) di Perairan Bangka seperti Rebo dan Matras. Hal disebabkan banyaknya penolakan masyarakat nelayan di daerah tersebut, supaya tidak menimbulkan konflik berkelanjutan. "Kami selama ini sudah menyaring dan menampung serta menyampaikan aspirasi masyarakat nelayan terkait penolakan KIP ini, semua tergantung kebijakan dari pemerintah daerah (Pemda) dan PT Timah Tbk," kata Wakil Ketua DPRD Bangka, Mendra Kurniawan di Sungailiat, Rabu (16/10/2019). Menurutnya penolakan KIP oleh masyarakat nelayan sangat beralasan sebab akan menimbulkan dampak yang cukup parah, seperti rusaknya terumbu karang dan lain sebagainya yang selama ini menjadi mata pencaharian nelayan setempat. "Wajar saja nelayan menolak, jika lautnya rusak mereka mau kerja apa, apalagi mencari ikan mata pencaharian mereka selama ini," jelas Mendra. Ditambahkannya kendati demikian masyarakat nelayan diimbau untuk tidak melakukan perbuatan anarkis atau melanggar hukum, mengingat permasalahan ini masih bisa diselesaikan dengan pertemuan dan duduk bersama-sama baik antara nelayan, PT Timah dan pemda. "Kami imbau nelayan jangan berbuat yang melanggar hukum, semua ada caranya dengan duduk bersama-sama," tukasnya.(dwi/wb)