Diancam Akan Dibakar dan Dipidana, Penambang Liar di BBI Toboali Angkat Kaki

Aston    •    Kamis, 17 Oktober 2019 | 20:04 WIB
Lokal
Kondisi terakhir kolong BBI, para penambang liar di kawasan tersebut sudah menghilang. (Astoni/wowbabel)
Kondisi terakhir kolong BBI, para penambang liar di kawasan tersebut sudah menghilang. (Astoni/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Rudi Kurniawan memastikan tambang inkonvensional (TI) yang mencemari kolong sumber air Balai Benih Ikan (BBI) Toboali sudah tidak beroperasi lagi di kawasan tersebut. 

"Dua hari yang lalu sudah kita tertibkan, kita pastikan sudah tidak ada lagi aktivitas, tapi tetap saya pantau terus," kata Rudi, Kamis (16/10/2019). 

Ia menegaskan, aktivitas tambang di lokasi kolong BBI sangat merusak. Bahkan, saat melakukan penertiban ia mengancam akan membakar peralatan tambang dan memenjarakan para penambang. 

"Kalau tidak mau angkat saya ancam bakar dan penjarakan. Tambang di kolong BBI tidak dapat ditolerir, berapa miliar itu biaya pembangunan BBI," tegas Rudi. 

Ia mengimbau kepada penambang untuk tidak lagi melakukan penambangan di kawasan tersebut dan jika kembali beraktivitas pihaknya tak segan-segan melakukan penindakan hukum tegas berupa pidana. 

"Kita minta pihak BBU juga segera lapor dan layangkan surat ke kami jika ada aktivitas tambang disitu, kami sayangkan juga BBI terlalu lama menyampaikannya sehingga kolong sudah tercemar parah," imbuh Rudi. 

Diberitakan sebelumnya, pihak BBI Toboali keluhkan kondisi air kolong BBI yang tercemar limbah tambang. Akibatnya, banyak ikan yang mati, bahkan pemijahan bibit ikan tidak bisa dilakukan karena kondi



1   2