Belajar Pengembangan Sapi, Pemkab Bangka ke Cipelang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor, guna mencari informasi dan belajar terkait pengembangan ternak sapi sebagai salah satu upaya menciptakan bibit sapi berkualitas.(dwi/wb)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor, guna mencari informasi dan belajar terkait pengembangan ternak sapi sebagai salah satu upaya menciptakan bibit sapi berkualitas.(dwi/wb)

BOGOR, www.wowbabel.com -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor, guna mencari informasi dan belajar terkait pengembangan ternak sapi sebagai salah satu upaya menciptakan bibit sapi berkualitas.

"Kami sengaja datang ke Cipelang Bogor ini untuk belajar langsung terkait pengembangan ternak sapi," kata Wakil Bupati Bangka, Syahbudin SIP di Bogor, Jumat (18/10/2019).

"Karena pembangunan sub sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian dalam meningkatkan ketahanan pangan," ujarnya.

Syahbudin menjelaskan tak hanya meningkatkan ketahanan pangan juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama terpenuhinya kebutuhan protein hewani salah satunya dari ternak sapi potong.

Kunker ini dilakukan disebabkan pentingnya informasi bagi masyarakat di Bangka yang mulai menggemari memelihara ternak sapi, apalagi besarnya potensi perkebunan kelapa sawit menjadi modal yang sangat potensial untuk diintegrasikan dengan usaha peternakan.

"Pemkab Bangka memiliki program sistem integrasi perkebunan kelapa sawit dan sapi (Siskasi) yang dilaksanakan sejak tahun 2015, yang mana populasi sapi dengan adanya Siskasi ini meningkat 43 persen," jelas Syahbudin.

“Pengembangan sektor peternakan di Bangka masih dalam tahap penumbuhan, peternak masih dalam fase pembelajaran sehingga populasi sapi masih sedikit," paparnya.

Ditambahkannya populasi ternak di Bangka masih belum bisa memenuhi kebutuhan lokal, sehingga untuk pemenuhan kebutuhan masih didatangkan dari luar menunjukkan potensi pasar yang cukup terbuka terlihat dari ketersediaan lahan hijau dan perkebunan sawit.

Kabupaten Bangka merupakan salah satu daerah yang mendapat program sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) dan penanganan gangguan reproduksi dari Kementerian Pertanian  melalui Balai Veteriner Lampung tahun 2019.

"Di Bangka saat ini memiliki satu orang medik veteriner, dua orang pengawas ternak (wasbitnak), satu orang pengawas mutu pakan (wastukan) dan empat orang inseminator diluar fungsi tersebut," terang Syahbhudin.

"Maka dari itu dari kunker ini dapat menjalin kerjasama guna mewujudkan perekonomian daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan, untuk meningkatkan melalui peningkatan SDM pertanian dan populasi peternakan sapi," katanya.

Sementara, Kepala Balai Embrio Ternak Cipelang, drh Oloan Parlindungan Lubis, menjelaskan UPT Pelaksana Teknis Peternakan yang dipimpinnya ini memproduksi embrio, melakukan pengembangan dan distribusi embrio ternak dengan sistem bio teknologi memasukkan embrio ke dalam rahim sapi betina, embrio transfer ini seperti bayi tabung.

"Tapi ada juga produksi embrio langsung seperti biasanya secara alami, perkawinan alami," kata drh Oloan.

Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor ini sudah menerima ISO 9001 : 2015, ISO 14001 : 2015 dan ISO 37001 : 2016, yang mana balai embrio menghasilkan 800 - 900 embrio pertahun.

"Sapi hasil transfer embrio hanya dijual ke UPT peternakan saja, tidak dijual ke masyarakat umum," tukasnya.(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL