Kapolsek Simba Tancap Gas Tangani Kasus Penggusuran Kebun Karet Warga oleh PT BML

Aston    •    Senin, 21 Oktober 2019 | 22:05 WIB
Lokal
Kapolsek Simpang Rimba, Iptu Parno menggelar pertemuan dengan pihak korban  di Toboali, Senin (21/10/2019).  (Astoni/wowbabel)
Kapolsek Simpang Rimba, Iptu Parno menggelar pertemuan dengan pihak korban di Toboali, Senin (21/10/2019). (Astoni/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Kepolisian Sektor (Polsek) Simpang Rimba mengatakan siap menangani kasus penggusuran kebun karet warga Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba, Bangka Selatan (Basel) oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT BML. 

Hal itu sebagaimana dikatakan Kapolsek Simpang Rimba, Iptu Parno dalam pertemuan dengan pihak korban  di Toboali, Senin (21/10/2019). 

"Saya ingin menyampaikan apa yang kami alami. Intinya bahwa Polsek Simpang Rimba telah mendapatkan pengaduan dari pihak korban ter tanggal 7 Oktober 2019. Dan tanggal 16 kemarin datang ke Polres menanyakan perkembangan, dengan adanya itu membuat saya tancap gas, yang tadinya hanya jalan 20, sekarang tancap gas karena ada tekanan," kata Iptu Parno. 

Ia berdalih tidak lamban dalam menangani kasus tersebut. Ia beralasan bahwa pihak Polsek Simpang Rimba baru membuat laporan yang bersifat pengaduan masyarakat.

"Kenapa baru pengaduan belum LP (Laporan Polisi) untuk memberikan ruang waktu untuk bapak-bapak berpikir untuk menyelesaikan secara damai. Kalau LP sudah upaya hukum. Saya memang senengnya nerima pengaduan dulu, tapi pengaduan bukan berarti tidak bisa diteruskan ke laporan polisi," jelas Iptu Parno menanggapi keluhan korban yang menilai kasus tersebut tidak ada kejelasan dari pihak Polsek Simpang Rimba. 

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak berpihak ke pihak perusahaan atau pihak terkait lainnya dala



1   2      3